
Ringkasan Berita:
- Badan Pemerintahan Daerah Papua Pegunungan diharapkan menghentikan penekanan pembangunan fisik dan lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas serta disiplin guru SD.
- Ketua Tim Ahli Gubernur Papua Pegunungan, Paul Wetipo, menekankan bahwa pembaruan sumber daya manusia dan kehadiran guru yang ketat menjadi faktor utama untuk mengurangi angka putus sekolah dalam lima tahun mendatang.
- Kabupaten Jayawijaya diharapkan mampu menjadi contoh dalam pengelolaan pendidikan wilayah.
-PAPUATENGAH.COM, WAMENA - Pemerintah daerah di Provinsi Papua Pegunungan diharapkan menghentikan penekanan pada pembangunan fisik dan segera beralih fokus pada peningkatan mutu serta disiplin guru SD.
Tindakan ini merupakan langkah krusial dalam menjaga dasar pendidikan lokal yang dianggap masih jauh dari harapan.
Ketua Pokja Papua Cerdas serta Ketua Tim Ahli Gubernur Papua Pegunungan di bidang Pendidikan, Paul Wetipo, menekankan bahwa peremajaan para pendidik menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas generasi muda.
Oleh karena itu, Paul meminta Kabupaten Jayawijaya untuk menjalankan peran sebagai indikator pengelolaan pendidikan bagi daerah lain mengingat memiliki akses dukungan yang lebih memadai.
"Masalah pendidikan sangat beragam, namun yang paling penting adalah pembaruan. Pertama adalah sumber daya manusia, karena kualitas guru memengaruhi kualitas pendidikan," kata Paul di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (10/8/2026).
Peningkatan pengawasan dan kehadiran guru di daerah terpencil menjadi prioritas utama.
Selanjutnya, Paul menyatakan bahwa pemerintah daerah harus memastikan setiap guru hadir secara teratur di kelas agar dapat memberikan hak belajar yang layak kepada siswa.
Tindakan perbaikan kualitas pengajar juga perlu dilakukan secara bersamaan dengan penyediaan alat dan fasilitas pendukung yang cukup.
"Karena kelengkapan fasilitas sekolah berpengaruh besar terhadap terciptanya suasana belajar mengajar yang nyaman," ujar Paul.
Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di delapan daerah di Papua Pegunungan diharapkan mampu mengurangi jumlah siswa yang putus sekolah secara signifikan dalam lima tahun mendatang.
Perbaikan di tingkat sekolah dasar dianggap sebagai fondasi penting untuk mengurangi kebiasaan anak tidak masuk sekolah.
"Limabelas tahun ke depan, kita perlu menetapkan tujuan agar tidak ada anak yang berhenti sekolah dan tidak ada siswa yang sering absen. Semua harus dimulai dari sekolah dasar karena itulah fondasi utama," ujar Paul.
Pandangan masyarakat dan para pengambil kebijakan juga diharapkan berubah dari hanya memperhatikan gelar akademik menjadi lebih menekankan pada penguasaan keterampilan yang nyata.
Kesiapan lulusan untuk berkompetisi menjadi indikator utama keberhasilan sistem pendidikan setempat.
"Jenjang pendidikan bukanlah jawaban utama. Yang penting adalah kualitas, keahlian, dan kemampuan seseorang dalam menghadapi kehidupan," tegas Paul.
Paul meminta kembali seluruh bupati di delapan kabupaten menjadikan perbaikan sekolah dasar sebagai prioritas utama daerah.
"Komitmen para pemimpin daerah menjadi faktor utama dalam membentuk sumber daya manusia unggul di Papua Pegunungan di masa depan," tutupnya. (*)