bengkalispos.comPembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diadakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengalami perubahan waktu.
Agenda besar ini telah dijadwalkan pada Kamis (27/8) pukul 20.00 WIB. Namun, satu hari sebelumnya, Ketua Panitia Lokal Muktamar, KH Abdurrozaq Sholeh atau dikenal sebagai Gus Rozaq mengumumkan bahwa pembukaan dipindahkan menjadi pukul 15.00 WIB.
"Jadi informasi terkini, pembukaan Muktamar akan dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB. Seluruh peserta diwajibkan hadir pukul 12.00 siang di lokasi pembukaan," katanya dilaporkan dariRadar Jombang (Grup Jawa Pos), Kamis (27/8).
Lalu, apakah Presiden RI Prabowo Subianto tetap hadir dalam membuka Muktamar ke-35 NU, setelah terjadi perubahan jadwal?
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta Ketua Komite Penyelenggara (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan panitia telah secara resmi mengundang Presiden Prabowo.
Panitia berharap Presiden Prabowo dapat hadir dan secara langsung membuka Muktamar ke-35 NU. Koordinasi dengan protokol Istana juga telah dilakukan dalam mempersiapkan acara tersebut.
"Semoga beliau memiliki waktu untuk membuka secara langsung, insyaAllah. Kami telah mengundang secara resmi dan berkoordinasi dengan protokol Istana. Semoga sesuai dengan harapan kita," kata Gus Ipul.
Di sisi lain, panitia terus mempersiapkan pelaksanaan Muktamar. Infrastruktur utama telah selesai dan kini fokus berpindah pada kesiapan layanan bagi peserta Muktamar.
Gus Ipul mengatakan, petugas yang akan melayani peserta telah mengikuti pelatihan teknis (bimtek). Panitia juga mulai melakukan simulasi pelayanan agar memastikan seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana.
Jumlah tenaga kerja yang disiapkan untuk mendukung pelayanan peserta cukup besar. Mereka telah menerima pelatihan agar mampu memberikan pelayanan terbaik sepanjang rangkaian Muktamar.
"Kita melihat sumber daya manusianya sangat banyak dan telah mengikuti pelatihan. Semua pelayanan juga sudah dilakukan simulasi (gladi). Mudah-mudahan semua ini dapat melayani peserta dengan baik," tutup Gus Ipul. (*)