Pemerintah Percepat Penanganan Bencana NTT dan Karhutla Kalimantan -->

Pemerintah Percepat Penanganan Bencana NTT dan Karhutla Kalimantan

21 Agu 2026, Jumat, Agustus 21, 2026

bengkalispos.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang EkonomiAirlangga Hartartomemastikan jajaran pemerintah terus mengawasi dan mempercepat penanganan pasca-gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan untuk menjaga kestabilan wilayah.

Pemerintah pusat berkomitmen penuh dalam memantau proses pemulihan daerah yang terkena dampak bencana di Indonesia.

Fokus pengelolaan saat ini ditujukan pada percepatan pemulihan pasca-gempa di NTT serta penanggulangan besar-besaran kebakaran hutan di Pulau Kalimantan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sejumlah menteri ahli telah dikerahkan secara intensif untuk mengevaluasi dan menyusun kebijakan strategis di lapangan agar dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat dapat secepatnya dikurangi.

"Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) telah pergi ke NTT. Sementara itu, mengenai karhutla, dari Menko PM (Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar), Mendagri (Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian), dan Menteri Keuangan sudah memantau perkembangannya," ujar Airlangga saat diwawancarai di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (21/8).

Menteri Airlangga sebelumnya menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan mengganggu aktivitas ekonomi di daerah yang terkena dampak.

"Ya, tentu saja dampak ekonomi di wilayah tersebut karena aktivitas ekonomi terganggu. Selain itu, perlu dilakukan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan tersebut," ujar Airlangga.

Pemerintah, menurut informasi terbaru, saat ini sedang berfokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama karena Indonesia mulai mengalami fenomena El Nino yang cenderung meningkatkan potensi kebakaran akibat kondisi yang lebih kering.

Selain itu, pemerintah mengirimkan 12.880 personel gabungan ke wilayah Kalimantan, serta meningkatkan pasokan air dengan membangun dan mengoperasikan sumur bor di beberapa daerah prioritas.

Peningkatan pengelolaan tersebut berfokus di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan dengan menggabungkan patroli, pemantauan titik panas, pemadaman, pembasahan, hingga pendinginan guna mencegah api kembali muncul.

Sementara itu, sebelumnya Menteri Keuangan menyebutkan bahwa pemerintah telah menyalurkan dana sebesar Rp44 miliar untuk penanggulangan bencana di daerah yang terkena dampak gempa bumi di NTT.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah masih memberi kesempatan untuk menambah anggaran berdasarkan hasil penilaian terhadap perkembangan situasi serta ketersediaan dana yang dibutuhkan di lapangan.

Menteri Keuangan memastikan bahwa dana bantuan sebesar Rp 44 miliar untuk penanggulangan darurat bencana di NTT bukan berasal dari anggaran baru, melainkan merupakan bagian dari anggaran tanggap darurat yang telah dialokasikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah sejak awal Agustus 2026.(antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

TerPopuler