Pemerintah Siapkan Enam Strategi Kembangkan Ekosistem Digital Nasional -->

Pemerintah Siapkan Enam Strategi Kembangkan Ekosistem Digital Nasional

7 Agu 2026, Jumat, Agustus 07, 2026

bengkalispos.com.CO.ID - JAKARTA.Peningkatan koneksi digital, keamanan siber, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi perhatian utama pemerintah dalam mempercepat proses transformasi digital nasional. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kompetitivitas Indonesia sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi.

Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Bhakti Postel ke-81.

Kepala Badan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah menyatakan, pemerintah telah menyiapkan enam strategi guna memperkuat ekosistem digital nasional.

Strategi tersebut mencakup penguatan keterhubungan melalui penyebaran infrastruktur dan jaringan internet, pengembangan sumber daya digital, kerja sama lintas sektor, peningkatan modal, penyempurnaan peraturan, serta pembentukan ekosistem pasar yang baik.

"Kita memerlukan investasi yang tidak hanya berupa modal tetapi juga ilmu pengetahuan. Kita membutuhkan teknologi yang kreatif, aman, dan bertanggung jawab," katanya.

Edwin menambahkan, investasi ini diharapkan mampu memacu pemanfaatan teknologi yang tidak hanya memperluas jangkauan koneksi, tetapi juga memperkuat perlindungan informasi serta mendukung pengembangan ekonomi digital yang berkelanjutan.

Senada dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, penguatan ekosistem digital menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia merupakan hal krusial agar Indonesia mampu mengembangkan industri digital secara mandiri.

Tanpa sistem bakat, semikonduktor atau yang lainnya tidak akan berjalan. Kita tidak ingin bakat yang akan mengisi dunia digital harusoutsource dari luar negeri," katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno, menganggap bahwa penguatan koneksi digital perlu diiringi dengan percepatan penggunaan teknologi terbaru.

Menurutnya, Indonesia perlu mempercepat penyebaran jaringan 5G, teknologi kriptografi kuantum, jaringan satelit luar bumi, serta kemampuan pusat data guna menyesuaikan dengan kebutuhan penyimpanan dan pengelolaan data yang semakin meningkat.

"Indonesia perlu segera beralih ke 5G, Indonesia juga perlu segera beralih ke kripto kuantum, selanjutnya Indonesia harus beralih ke jaringan satelit non-terrestrial. Kita juga perlu beralih ke pusat data dengan kapasitas yang cukup memenuhi kebutuhan," katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, menegaskan, percepatan perubahan digital harus disertai dengan peningkatan perlindungan siber. Menurutnya, sebagian besar kejadian siber justru disebabkan oleh kelemahan di dalam, seperti kebocoran data login, serangan virus, atau kesalahan manusia.

"Sebagian besar insiden biasanya dimulai dari kelemahan internal, seperti kebocoran kredensial, malware, maupun kesalahan manusia. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama melalui pertukaran informasi ancaman, penerapan aturan, serta memperkuat keamanan sejak tahap awal pengembangan sistem," katanya.

TerPopuler