Pemerintah Tegaskan Indonesia Bukan Jalur Pengiriman Produk Cina ke AS -->

Pemerintah Tegaskan Indonesia Bukan Jalur Pengiriman Produk Cina ke AS

21 Agu 2026, Jumat, Agustus 21, 2026

bengkalispos.com.CO.ID - JAKARTA.Pemerintah membantah laporan bertajuk The Great Transshipment Scamyang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dalam jaringan internasionaltransshipment produk Tiongkok ke Amerika Serikat (AS).

Juru Bicara sekaligus Kepala Biro Komunikasi, Informasi, dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi Haryo Limanseto menyatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah terlibat atau menerima informasi mengenai penelitian tersebut.

"Terkait laporan yang baru saja dirilis, respons Indonesia terhadap studi tersebut menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah terlibat atau diberitahu mengenai adanya studi ini," ujar Haryo kepada bengkalispos.com, Jumat (21/8/2026).

Dalam laporan tersebut, Indonesia dikaitkan dengan Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam sebagai bagian dari jaringan transshipment global.

Indonesia juga masuk dalam Tier 2 dan dianggap memiliki keterkaitan industri dengan Tiongkok, terutama dalam ekspor barang plastik serta turunannya ke Amerika Serikat.

Namun, Haryo menyangkal pendapat tersebut. Menurutnya, tidak tepat jika Indonesia dikatakan sebagai bagian dari jaringantransshipment produk Tiongkok yang bertujuan ke pasar Amerika Serikat.

Indonesia dianggap bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, Vietnam masuk di dalamglobal transshipment dan Indonesia berada di Tier 2, yang merupakan pabrik terintegrasi bersama Tiongkok dan ekspornya ke Amerika, khususnya untuk produk-produk plastik dan turunannya. Kami dapat menyampaikan bahwa hal tersebut tidak benar," katanya.

Haryo juga menyoroti adanya sebutan kawasan Batam dan Bekasi dalam laporan tersebut. Ia menjelaskan, kedua daerah tersebut telah berkembang menjadi kawasan industri sejak tahun 1990-an dan kebanyakan aktivitas usaha di dalamnya berupa industri manufaktur.

"Untuk bahan baku plastik, kami sudah memiliki bahan baku sendiri yang diproduksi oleh Chandra Asri dan bahkan yang terbaru oleh Lotte Chemicals," katanya.

Menurut Haryo, keadaan ini menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku industri plastik di Indonesia tidak selalu datang dari Tiongkok melalui praktiktransshipment

Produk plastik dan kemasan yang dihasilkan oleh industri lokal sebagian besar digunakan untuk keperluan dalam negeri serta diekspor ke negara-negara tetangga.

"Jadi tidak benar terjadi transshipment dari negara lain dan plastikpackaging-nya sebagian besar digunakan secara internal di dalam negeri atau diekspor ke wilayah sekitar, tetapi tidak ke Amerika Serikat," katanya.

Haryo menganggap pemerintah tidak perlu terlalu berlebihan dalam menanggapi laporan tersebut. Meskipun begitu, pemerintah tetap memantau isu transshipment karena berkaitan dengan perdagangan dan daya saing ekspor Indonesia.

"Maka kita tidak perlu cemas terhadap penelitian, tetapi kami juga menegaskan bahwa penelitian ini bersifat asumsi atau anggapan. Jadi apa yang sebenarnya terjadi tidak sesuai dengan yang mereka bayangkan," tambah Haryo.

TerPopuler