Pemilihan Rais Aam PBNU Tidak Sah Jika Ada Intervensi Luar -->

Pemilihan Rais Aam PBNU Tidak Sah Jika Ada Intervensi Luar

24 Agu 2026, Senin, Agustus 24, 2026

bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA — Pakar politik Ujang Komarudin menyerukan agar Nahdlatul Ulama (NU) tidak terjebak dalam kepentingan penguasa. Ia berpendapat bahwa posisi historis NU sebagai pendiri bangsa mengharuskan organisasi ini tetap mandiri dan tidak berada di bawah pengaruh kekuasaan.

"Meskipun NU berada dalam bayang-bayang istana, yang sebenarnya harus dilakukan bukanlah NU yang dikooptasi oleh kepentingan istana. NU adalah pendiri bangsa. Karena NU merupakan pendiri bangsa, maka nilainya harus lebih tinggi," kata Ujang dalam Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertema 'Mencari Sosok Ideal Rais Aam PBNU', di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Ujang menganggap, potensi campur tangan kekuasaan dalam pemilihan Rais Aam PBNU perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar menjaga martabat organisasi. Ia menekankan, tokoh Rais Aam tidak boleh muncul akibat tarikan kepentingan politik praktis.

"Jika Rais Aam terpilih dengan campur tangan kepentingan kekuasaan, maka ini akan menjadi hal yang tidak pantas," katanya.

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa NU selama ini memiliki peran penting sebagai kekuatan masyarakat sipil yang sering kali mengurangi ketegangan dalam dinamika sosial-politik. Hubungan yang terlalu dekat dengan penguasa justru dikhawatirkan mengurangi kemampuan kritis dan posisi tawar organisasi.

"Jika muncul isu bahwa Rais Aam diusung oleh kepentingan kekuasaan, maka hal ini sangat merugikan kalangan NU," kata Ujang.

Ia berharap warga Nahdlatul Ulama (NU) dapat memilih tokoh Rais Aam yang benar-benar memiliki mandat dari umat serta konsisten dalam menjaga semangat dan kemandirian organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.

TerPopuler