Oleh: Endang Komara
Rektor Uninus
Pendidikan Indonesia saat ini berada di titik penting. Di satu sisi, sekolah diharapkan mampu membentuk generasi yang siap menghadapi perubahan teknologi, dunia kerja, dan kehidupan sosial yang rumit. Di sisi lain, praktik pendidikan sering kali terjebak dalam rutinitas administratif, penyamaan kemampuan, serta pembelajaran yang monoton. Perubahan dalam pendidikan tidak cukup diartikan sebagai pergantian kurikulum atau penggunaan alat digital. Transformasi harus mencakup pemahaman mendasar tentang manusia, proses belajar, dan tujuan pendidikan.
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara memberikan dasar yang masih tetap penting hingga kini. Pendidikan merupakan proses membimbing perkembangan kemampuan alami anak agar mereka dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan sebesar-besarnya. Kata "membimbing" menunjukkan bahwa pendidik bukanlah penguasa yang menentukan seluruh jalannya hidup peserta didik, melainkan pendamping yang membantu anak mengenali bakatnya serta memperkuat kepribadiannya. Semangat ini terlihat dalam berdirinya Taman Siswa. Di masa kolonial, Taman Siswa muncul sebagai gerakan budaya sekaligus perlawanan untuk membuka kesempatan pendidikan bagi rakyat.
Baca selengkapnya