
-BALI.COM, NEGARA — Kepolisian Daerah Bali mengirimkan ratusan petugas dalam Operasi Puri Agung guna menjaga keamanan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa 25 Agustus 2026.
Pengawasan ketat ini ditujukan untuk memantau penanaman batu pertama (groundbreaking) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjadi harapan utama dalam mencapai kemandirian energi dan kestabilan pangan di wilayah Bali Barat.
Proyek energi terbarukan yang diresmikan oleh Kepala Negara dirancang secara terintegrasi untuk menyediakan pasokan daya bagi sistem desalinasi air bersih serta menggerakkan pompa irigasi canggih yang digunakan oleh sektor pertanian setempat.
Mengingat pentingnya proyek strategis nasional ini, kepolisian menyiagakan sistem perlindungan yang terkoordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Kesiapan pengamanan diperkuat melalui upacara pasukan yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono.
Dalam arahannya di hadapan jajaran pejabat operasi dan ratusan personel, ia menekankan agar seluruh anggota tetap waspada di setiap titik yang rentan, mulai dari jalur rute hingga area utama kegiatan.
"Pengawalan kunjungan Presiden adalah tugas kehormatan yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Soelistijono saat memimpin apel persiapan.
Ia menekankan bahwa sistem perlindungan akan dibagi secara ketat untuk mengurangi kemungkinan gangguan di lapangan.
"Kami menerapkan sistem keamanan bertingkat (Ring 1, Ring 2, dan Ring 3) yang bekerja sama secara erat dengan elemen Paspampres dan TNI," katanya tambah.
Selain pembersihan di area proyek dan lokasi kegiatan, Polda Bali juga menyiapkan pengaturan lalu lintas serta penutupan jalur secara situasional di sekitar Kabupaten Jembrana.
Tindakan pencegahan ini diambil untuk memastikan rombongan presiden melintas dengan aman tanpa mengganggu pergerakan warga sekitar.
Menyempurnakan persiapan pengamanan, pihak kepolisian mengajak seluruh komponen masyarakat Jembrana untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Maka pengesahan infrastruktur energi bersih ini berlangsung dengan tertib dan kondusif," tutupnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali