Pengamat Waspadai Klaim Prabowo Soal Senjata Nuklir Iran -->

Pengamat Waspadai Klaim Prabowo Soal Senjata Nuklir Iran

7 Agu 2026, Jumat, Agustus 07, 2026
Pengamat Waspadai Klaim Prabowo Soal Senjata Nuklir Iran
Ringkasan Berita:
  • Pengamat Yon Machmudi menganggap pernyataan Prabowo mengenai Iran memiliki senjata nuklir bisa berdampak negatif terhadap hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran.
  • Yon meminta Istana segera memberikan penjelasan terkait pernyataan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam tengah ketegangan di kawasan Timur Tengah.
  • Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir, serta menyatakan bahwa program nuklirnya hanya ditujukan untuk keperluan damai.
 

KALTIM.CO - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Iran memiliki senjata nuklir mendapat perhatian dan memicu diskusi.

Ahli Timur Tengah menganggap pernyataan tersebut perlu segera dijelaskan karena berkaitan dengan isu yang sensitif dan berpotensi memengaruhi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran.

Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, menyatakan bahwa isu mengenai senjata nuklir Iran mendapat perhatian serius, khususnya setelah Kedutaan Besar Iran di Indonesia secara terbuka menyangkal bahwa negaranya memiliki atau sedang berupaya memperoleh senjata nuklir.

Menurutnya, penjelasan pemerintah diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam hubungan diplomatik.

Yon menegaskan, hubungan antara Indonesia dan Iran selama ini berjalan dengan baik sehingga komunikasi resmi pemerintah penting dilakukan untuk mempertahankan kepercayaan antara kedua negara.

Ia menilai isu terkait pernyataan Prabowo mengenai Iran tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa adanya penjelasan, khususnya di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas.

"Seharusnya, karena ini adalah isu yang sensitif dan mendapat perhatian publik, bahkan Iran melalui Duta Besarnya di Indonesia menyampaikan keberatan, maka harus diberikan penjelasan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, karena hal ini berkaitan dengan hubungan Indonesia dan Iran," ujar Yon dalam program On Focus yang diunggah di kanal YouTube news, Rabu (5/8/2026).

Karena itu, tambah Yon, pernyataan Prabowo perlu segera dijelaskan oleh pemerintah.

"Jika tidak diselesaikan, hal tersebut dapat menyebabkan ketegangan hubungan atau ketidaknyamanan dari pihak Iran terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Pak Presiden," ujar pria yang memperoleh gelar Ph.D dalam bidang Studi Asia dari Australian National University.

Maka, agar komunikasi menjadi jelas, pihak Istana sebaiknya memberikan penjelasan terkait pernyataan yang disampaikan oleh Pak Presiden agar tidak menimbulkan salah pengertian dalam konteks ini.

Selanjutnya, Yon yang juga merupakan Profesor di bidang Sejarah di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) menyoroti perkembangan politik di Timur Tengah, di mana perang yang dimulai oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran masih berlangsung.

Terlebih lagi, Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran memiliki senjata nuklir, dan pernyataan Prabowo dikhawatirkan justru digunakan sebagai alasan atau pembenaran oleh AS-Israel untuk menyerang negara yang dahulu dikenal sebagai Persia.

Ia mengatakan, Indonesia memainkan peran penting dalam panggung global, sebagai negara sahabat Iran maupun Amerika Serikat.

Oleh karena itu, Yon menegaskan bahwa hubungan diplomatik antara Iran dan Indonesia perlu diperkuat, serta pernyataan Prabowo mengenai kepemilikan senjata nuklir Iran harus segera diperbaiki.

"Apalagi, perang antara Amerika dan Iran masih berlangsung, dan posisi Indonesia kan sangat penting di dunia global, terhadap Iran atau pun juga Amerika," ucap akademisi yang juga penulis buku Timur Tengah dalam Sorotan: Dinamika Timur Tengah dalam Perspektif Indonesia itu.

Selain itu, baru-baru ini utusan Indonesia berkunjung ke Teheran untuk menyampaikan rasa belasungkawa setelah pemakaman Ali Khamenei.

Jadi, hubungan tersebut perlu diperkuat kembali, jangan sampai isu ini berkembang menjadi tidak terkendali dan dapat memengaruhi hubungan antara Iran dan Indonesia.

Sampai saat ini, pihak pemerintah Indonesia masih belum memberikan penjelasan atau pernyataan lebih lanjut terkait pernyataan Prabowo yang menyentuh isu kepemilikan senjata nuklir Iran.

Prabowo Mengklaim Negara Iran Memiliki Senjata Nuklir dalam Pidatonya

Sebagai informasi, pernyataan Prabowo yang menyebut bahwa Iran memiliki senjata nuklir disampaikannya dalam pidatonya saat menghadiri pertemuan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pusat dan Daerah serta asosiasi pengusaha seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Pada pidatinya, Prabowo awalnya mengupas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang masih berlangsung hingga saat ini, khususnya akibat serangan Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran.

Selanjutnya, Prabowo menyebutkan bahwa ada negara yang dilaporkan telah memiliki senjata nuklir, yaitu Iran.

"Maka saudara-saudara, ini saya sampaikan kembali secara panjang lebar kepada saudara-saudara, karena apa yang kita bahas saat ini sedang terjadi di depan mata kita. Setiap sore dan malam kita melihatnya dalam berita-berita," kata Prabowo di hadapan para hadirin.

Sore setiap malam kita melihat di berita-berita mengenai peningkatan, peningkatan, peningkatan. Dikabarkan bahwa Iran sudah memiliki senjata nuklir.

Kemudian, ia menambahkan, negara-negara lain juga menginginkan senjata nuklir, seperti Arab Saudi, Mesir, dan Qatar.

"Sekarang Arab Saudi juga menginginkan senjata nuklir," kata Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) yang saat ini berusia 74 tahun.

Jika Arab Saudi menginginkan senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Uni Emirat Arab juga akan menginginkannya. Qatar juga berkeinginan memiliki senjata nuklir. Mesir juga ingin memiliki senjata nuklir.

Kepala Jenderal (Kajas) Kopassus pada masa 1995-1998 kemudian menyebutkan penyebab konflik yang terjadi di Timur Tengah, yaitu adanya sumber daya alam seperti gas dan minyak bumi di wilayah tersebut.

"Mengapa terjadi konflik di Timur Tengah? Wilayah ini kaya akan gas, minyak, serta berbagai jenis mineral. Perang telah berlangsung selama ratusan tahun di sana," katanya.

Ia juga yakin bahwa Divide Et Impera atau politik adu domba/pecah belah benar-benar nyata terjadi.

"Saudara-saudara, jadi, Divide Et Impera bukan tertulis dalam buku-buku sejarah. Itu nyata. Nyata. Divide Et Impera benar-benar terjadi," tambah Prabowo.

Kedutaan Besar Iran di Indonesia Menegaskan Iran Tidak Menginginkan Pemilikan Senjata Nuklir

Kedutaan Besar Iran di Indonesia telah memberikan penjelasan terkait pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut bahwa Iran memiliki senjata nuklir.

Melalui sebuah unggahan di akun resmi media sosial X (dulunya Twitter), @IraninIndonesia pada hari Minggu (2/8/2026), atau dua hari setelah pidato Prabowo, Kedutaan Besar Iran menyatakan bahwa negaranya tidak pernah dan tidak akan memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.

"Islamik Republik Iran tidak pernah berusaha memiliki senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," tulis pihak Kedubes Iran.

Di dalam infografis yang juga diunggah, Kedutaan Besar Iran menunjukkan perkembangan teknologi nuklirnya dilakukan dengan transparan, bertujuan damai, dan berdasarkan kerangka hukum internasional, termasuk Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Kedutaan Besar Iran juga menyatakan bahwa pengembangan teknologi nuklirnya berada dalam pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Selanjutnya, Iran menerapkan salah satu sistem pemeriksaan nuklir yang paling ketat di dunia.

Program nuklir Iran didirikan dengan prinsip dan komitmen yang kuat, berdasarkan keputusan yang dikeluarkan oleh almarhum Pemimpin Tertinggi Iran (Supreme Leader) ke-2, Ayatollah Ali Khamenei, yang melarang penggunaan senjata nuklir.

Kedutaan Besar Iran mengatakan, senjata perusak massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran.

Di akhir pernyataannya, Kedutaan Besar Iran menekankan bahwa teknologi nuklir digunakan untuk tujuan energi, kesehatan, dan penelitian. (*)

Artikel ini telah dipublikasikan di news.com dengan judul Prabowo Mengungkap Kepemilikan Senjata Nuklir yang Dapat Menimbulkan Ketegangan Hubungan Indonesia dan Iran

TerPopuler