Perang Kognitif Terus Berlangsung, Satsiber TNI Jaga Infrastruktur Vital Indonesia -->

Perang Kognitif Terus Berlangsung, Satsiber TNI Jaga Infrastruktur Vital Indonesia

25 Agu 2026, Selasa, Agustus 25, 2026
 

bengkalispos.com- Satuan Siber (Satsiber) TNI berupaya menjaga keamanan infrastruktur penting Indonesia dalam situasi perang siber yang terus berlangsung. Peningkatan dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya adalah perekrutan ahli siber dari berbagai latar belakang.

"Perang kognitif ini sedang berlangsung, terus berlangsung, dan akan terus berlangsung. Termasuk serangan-serangan terhadap infrastruktur informasi penting kita. Oleh karena itu, lalu lintas jaringan kami terus dipantau," ujar Komandan Satsiber TNI Brigjen TNI J. O. Sembiring.

Sembiring memastikan, pihaknya berfokus pada ancaman non kriminal atau tindakan ilegal. Satsiber TNI fokus menghadapi upaya serangan terhadap infrastruktur penting, khususnya yang berkaitan dengan pertahanan.

Sebagai salah satu lembaga di bawah Mabes TNI, Satsiber TNI telah menetapkan berbagai standar. Termasuk kemampuan yang harus dimiliki dan terus ditingkatkan.

"Kemampuan perlindungan data, satuan pertahanan kognitif, serta satuan pengamanan operasi dalam melakukan penelitian dan pengembangan. Kami telah merancangnya dan mendaftarkannya dalam HAKI," ujarnya.

Salah satu langkah untuk memperkuat Satsiber TNI dilakukan dengan perekrutan ahli siber. Sembiring menyampaikan, instansinya membuka berbagai jalur guna menarik bakat terbaik bangsa.

Jenderal bintang satu TNI AD mengatakan, pihaknya telah menetapkan kriteria SDM yang memiliki latar belakang pendidikan S2, S1, dan SMK. Namun, tidak langsung diterima begitu saja. Terdapat beberapa tahapan pengembangan yang harus diikuti oleh calon anggota Satsiber TNI.

"Kami mengecek kemampuan yang dimilikinya, sertifikat apa saja yang dimiliki. Setelah sertifikasi, kami melihat portofolio yang dimilikinya, apakah ada pengalaman kerja. Semua hal tersebut kami seleksi dan cek. Setelah itu, kami memiliki tahapan seleksi, baik secara akademik maupun keterampilan," katanya.

Tahun lalu, dari 2.000 calon pendaftar hanya 50 orang yang diterima. Tahun ini, angkanya belum diumumkan secara resmi. Yang jelas, terdapat proses seleksi ketat yang dilakukan oleh Satsiber TNI. Termasuk dalam penjaringan melalui kompetisi ahli siber tingkat nasional seperti Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026.

"Tahun lalu kami merekrut 50 orang. Tahun ini tergantung dari perintah. Namun, jika kami berharap bisa meningkatkan jumlahnya, karena memang kami membutuhkannya, jajaran TNI lain juga memerlukan," tambahnya.

TerPopuler