Perhatian Presiden Prabowo Tak Redupkan Api: Karhutla Kalteng Membesar -->

Perhatian Presiden Prabowo Tak Redupkan Api: Karhutla Kalteng Membesar

10 Agu 2026, Senin, Agustus 10, 2026

PALANGKA RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan tingkat keparahan yang mengkhawatirkan. Meskipun telah mendapatkan perhatian dan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan di area gambut, api justru dilaporkan semakin meluas hingga hari Minggu (9/8/2026).

Kabut asap yang menyertai bau tanah yang terbakar kini secara rutin mengganggu pemukiman penduduk dari malam hingga pagi hari. Data dari BNPB menunjukkan luas lahan yang terbakar di Kalteng telah mencapai 3.069,52 hektare, sehingga memaksa Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto turun langsung memimpin penanganan di lapangan sesuai perintah Presiden.

Ini adalah perintah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang secara langsung memimpin rapat terbatas. Kami dari BNPB datang ke sini untuk melihat secara langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalteng," kata Suharyanto menindaklanjuti instruksi Kepala Negara.

Palangka Raya Diliputi 175 Kali Kebakaran, Polisi Pasang Garis Kuning

Di Ibu Kota Provinsi, Palangka Raya, kondisi semakin sulit dikendalikan. Data dari Polresta Palangka Raya menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan 175 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang menghabiskan minimal 165,08 hektar areal. Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah paling parah dengan 108 kali kejadian, diikuti oleh Sebangau sebanyak 43 kali.

Kepala Kepolisian Resort Palangka Raya, Kombes Pol Dedy Supriadi, menyampaikan bahwa medan gambut yang kering dan angin kencang menyebabkan api cepat membesar, seperti yang terjadi di Kalampangan dan Bukit Tunggal.

"Lahan yang terbakar diperkirakan seluas sekitar 1 hektar, di mana api menyebar cepat karena kondisi tanah yang berlumpur dan permukaan lahan yang kering serta angin yang cukup kencang," ujar Dedy. Beberapa lokasi yang terbakar kini telah dipasang garis polisi guna keperluan penyelidikan.

Kotim Berwarna Merah Akibat Ratusan Titik Panas, Kobar Selidiki Faktor Kesengajaan

Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), asap dan api menyala di lahan-lahan yang berada di sekitar Jalan Trans Kalimantan. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mencatat terjadi 203 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 373,8 hektare. Kecamatan Kota Besi menduduki peringkat pertama dengan ditemukannya 241 titik panas (hotspot).

Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kebakaran yang melibatkan ratusan hektare di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, memicu langkah tegas dari aparat penegak hukum. Satuan Reskrim Polres Kobar kini melakukan pemeriksaan terhadap pemilik lahan untuk menyelidiki dugaan adanya unsur kesengajaan atau pembakaran ilegal.

"Baru saja saksi-saksi yang kami periksa, kami masih mengundang pemilik lahan untuk diminta keterangannya," tegas Kasatreskrim Polres Kobar, Iptu Gusti Muhammad Rifa Adabi. (*)

TerPopuler