JURNAL SOREANG – Pendidikan yang bersifat inklusif tidak hanya menjamin setiap anak bisa mengakses sekolah, tetapi juga mendapatkan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta ciri khasnya.
Untuk memperkuat layanan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Masjid Baitut Tholibin bekerja sama dengan Baitul Maal Muamalat menyelenggarakan Pelatihan Instruktur (TOT) Al Quran Bahasa Isyarat Angkatan 3 bagi para guru.
Selama dua hari, peserta menerima pelatihan metode pengajaran Al Quran berbasis bahasa isyarat melalui penguatan materi dan latihan mengajar.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperluas kemampuan guru dalam memberikan layanan pembelajaran yang lebih inklusif kepada siswa dengan disabilitas dengar, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Kepala Staf Menteri di Bidang Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Mariman Darto, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menyediakan pendidikan yang inklusif bagi seluruh siswa.
"Karena memang hal ini berkaitan langsung dengan apa yang disebut oleh Pak Menteri sebagai pendidikan inklusif, serta sekaligus merupakan pendidikan khusus yang memang memerlukan perhatian dari bapak dan ibu semua," katanya, Jakarta, Senin (20/7).
Baca selengkapnya