Ponpes Darul Amanah Berkunjung ke DPR, Komisi VI Harapkan Calon Legislator dari Pesantren -->

Ponpes Darul Amanah Berkunjung ke DPR, Komisi VI Harapkan Calon Legislator dari Pesantren

4 Agu 2026, Selasa, Agustus 04, 2026
Ponpes Darul Amanah Berkunjung ke DPR, Komisi VI Harapkan Calon Legislator dari Pesantren
Ringkasan Berita:
  • Ketua Organisasi Santri Darul Amanah (OSDA) mengunjungi Gedung DPR/MPR RI.
  • Anggota DPR Firnando Hadityo Ganinduto berharap para santri nantinya dapat menjadi pemimpin negara.
  • Pihak pondok menyatakan kedatangan tersebut bertujuan untuk memperluas wawasan kebangsaan dan kepemimpinan.

NEWS.COM – Pengurus Organisasi Santri Darul Amanah (OSDA) dari Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengadakan kunjungan edukatif ke Gedung Nusantara, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta.

Pada kunjungan tersebut, rombongan dijamu oleh anggota Komisi VI DPR RI yang berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I, Firnando Hadityo Ganinduto.

Di hadapan para santri, Firnando menyampaikan keinginannya agar pendidikan yang ada di lingkungan pesantren mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa pada masa mendatang.

"Harapan saya, suatu saat nanti ada santri dari Darul Amanah yang mampu menjadi anggota legislatif dan melanjutkan tugas kepemimpinan bangsa," kata Firnando, Selasa (4/8/2026).

Menurut Firnando, partisipasi generasi muda, termasuk kalangan santri, dalam memahami sistem pemerintahan dan mekanisme demokrasi merupakan aspek krusial dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki wawasan kebangsaan.

Kunjungan ke lembaga legislatif tersebut merupakan bagian dari rencana pendidikan yang diikuti oleh pengurus OSDA guna memahami langsung tugas dan peran DPR sebagai wakil rakyat.

Ketua Pondok Pesantren Darul Amanah, KH Muhammad Fatwa, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas, khususnya terkait cara kerja lembaga negara.

Santri bisa mendapatkan gambaran langsung tentang cara penyampaian aspirasi masyarakat melalui perwakilan rakyat.

"Melalui kunjungan ini, para santri bisa mempelajari secara langsung bagaimana anggota legislatif bekerja dalam memperjuangkan harapan masyarakat," ujar Muhammad Fatwa.

Ia berharap pengalaman tersebut mampu memperluas pemahaman para santri sekaligus memotivasi mereka untuk memiliki impian dalam berkontribusi di berbagai bidang pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui jalur pemerintahan maupun politik.

Selain memahami peran legislatif, kunjungan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para santri tentang kehidupan berbangsa dan bernegara serta arti pentingnya kepemimpinan yang bersih dan bermoral.

Pondok Pesantren Darul Amanah yang terletak di Sukorejo, Kendal, selama ini telah mengembangkan sistem pendidikan yang berlandaskan keislaman serta dilengkapi dengan pembinaan karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.

Kunjungan ke DPR merupakan bagian dari rangkaian kegiatan belajar lapangan yang diharapkan mampu memperluas pengalaman organisasi para santri sebelum mereka kembali ke lingkungan pesantren.

Jejak Siswa di Panggung Kepemimpinan Nasional

Harapan bahwa para santri nantinya akan menjadi pemimpin bangsa bukanlah hal yang baru dalam sejarah Indonesia.

Banyak tokoh yang berasal dari lingkungan pesantren pernah menjabat posisi penting dalam pemerintahan, mulai dari menteri, pimpinan lembaga negara, hingga Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Salah satu contoh yang paling mencolok adalah Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Presiden keempat Republik Indonesia memperoleh pendidikan di berbagai pesantren, termasuk Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pesantren Krapyak, sebelum melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.

Asal usul pesantren membentuk pemahaman agama, nasional, dan kepemimpinan yang membuatnya dianggap mampu memimpin Indonesia pada periode 1999–2001.

Jejak serupa juga terdapat pada Ma'ruf Amin yang datang dari latar belakang pesantren dan menjabat sebagai Wakil Presiden RI masa jabatan 2019–2024.

Sebelumnya, ia dikenal sebagai ulama serta tokoh nasional yang lama terlibat dalam bidang pendidikan agama Islam.

Di awal masa kemerdekaan, tokoh-tokoh santri juga turut serta dalam menjalankan pemerintahan.

KH Wahid Hasyim diakui sebagai Menteri Agama yang berperan penting dalam pengembangan sistem pendidikan serta kehidupan beragama di Indonesia.

Sementara KH Idham Chalid pernah menjabat berbagai posisi penting, seperti Ketua DPR, Ketua MPR, dan Wakil Perdana Menteri.

Selain itu, banyak lulusan pesantren yang kini aktif sebagai anggota DPR, kepala daerah, menteri, hakim, akademisi, atau pemimpin organisasi masyarakat.

Keadaan ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran agama, tetapi juga telah menghasilkan sumber daya manusia yang berkontribusi dalam kepemimpinan nasional di berbagai sektor.

(*)

TerPopuler