Prabowo: Satu Desa Butuh 1 MW PLTS, Ini Tanggapan AESI -->

Prabowo: Satu Desa Butuh 1 MW PLTS, Ini Tanggapan AESI

17 Agu 2026, Senin, Agustus 17, 2026

bengkalispos.com.CO.ID - JAKARTA.Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menyambut baik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan target setiap desa di Indonesia sebaiknya memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 1 Megawatt (MW).

Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menganggap, target tersebut sangat masuk akal untuk diwujudkan di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan kelistrikan nasional.

Saat ini, AESI sedang merencanakansandboxUntuk mewujudkan kemandirian energi yang berbasis masyarakat. Sifat PLTS yang modular menjadikan target 1 MW per desa sebagai solusi bagi daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan akses jaringan listrik, sekaligus memberikan peluang penggunaan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan koperasi desa," katanya kepada bengkalispos.com, Senin (17/8/2026).

Mada menjelaskan, dalam skema sandbox yang sedang disusun, AESI menjadikan pemerataan ekonomi warga dan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi utama keberlanjutan proyek.

Ia mengatakan, untuk memperkuat titik layanan di tingkat lapangan, AESI menargetkan kemitraan strategis dengan Kementerian Koperasi agar dapat memanfaatkan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat layanan resmi perawatan instalasi.

"Kehadiran titik layanan di tingkat desa ini memastikan perawatan setelah pemasangan tetap terjaga, sekaligus memberi kesempatan bagi warga setempat untuk mendapatkan penghasilan tambahan, yang pada akhirnya ikut mendorong perkembangan ekonomi di desa," ujarnya.

Sebagai tindakan nyata untuk mendukung keandalan sistem, AESI akan menyelenggarakan program pelatihan teknis khusus bagi perempuan di desa agar mampu melakukan perawatan mandiri.

Mada mengatakan, pelatihan ini akan berada di bawah pengawasan Task Force Green Workforce dengan harapan adanya tenaga ahli teknisi selalu siap di lokasi tanpa perlu menunggu kedatangan teknisi dari kota.

Selanjutnya, Mada menambahkan, hambatan utama dalam menjaga kelangsungan fasilitas energi di wilayah-wilayah tersebut sejauh ini disebabkan oleh sedikitnya tenaga teknis lokal yang ada di lapangan. Menurutnya, instalasi PLTS yang dibangun dengan baik sering kali berhenti bekerja hanya karena tidak ada pihak yang melakukan perawatan rutin terhadap sistem tersebut setelah proses pembangunan selesai.

"Sejauh ini, perawatan PLTS di desa masih bergantung pada teknisi dari luar daerah. Instalasi yang baik bisa berhenti bekerja hanya karena tidak ada yang merawatnya. Kami berharap perempuan di desa memiliki kemampuan untuk merawat sistem PLTS 1 MW ini, memberikan penghasilan tambahan, sekaligus menjaga keandalan aset negara di lapangan," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah akan berupaya mencapai target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 30 gigawatt (GW) pada tahun ini.

Ia mengatakan, penambahan kapasitas PLTS dilakukan bersamaan dengan rencana penghentian operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

"Kami telah memulai dan akan membangun 100.000 megawatt atau 100 gigawatt energi dari matahari, yaitu energi surya," katanya dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2026–2027 dan Penyampaian RUU APBN 2027, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Selain itu, program pendukung energi matahari ini juga disiapkan hingga tingkat desa agar memastikan distribusi listrik merata di seluruh wilayah. Prabowo menargetkan setiap dusun setidaknya dapat menikmati aliran listrik dari tenaga surya tersebut.

Sebaiknya setiap desa memiliki PLTS sebesar 1 megawatt. Ini merupakan kondisi yang ideal. Jika desa bersedia menyediakan lahan, kita dapat memastikan bahwa mereka mampu mendapatkan PLTS sebesar 1 megawatt per desa," tambahnya.

TerPopuler