Prabowo Tangani Karhutla di Kalimantan-Sumatera, Kapan Kunjungi Korban Gempa NTT? -->

Prabowo Tangani Karhutla di Kalimantan-Sumatera, Kapan Kunjungi Korban Gempa NTT?

25 Agu 2026, Selasa, Agustus 25, 2026
Prabowo Tangani Karhutla di Kalimantan-Sumatera, Kapan Kunjungi Korban Gempa NTT?
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi terkait penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan (22/8) serta Sumatera (24/8), menekankan tindakan cepat dan koordinasi yang baik.
  • Masyarakat menantikan kedatangan ke NTT setelah gempa berkekuatan 7,7 pada 15 Agustus yang menyebabkan 100 korban jiwa.
  • Wakil Presiden Gibran telah tiba di lokasi, sementara Istana menyiapkan jadwal Prabowo

NEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto secara langsung mengambil alih pengelolaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah Kalimantan dan Sumatra.

Sementara aktivitas tersebut berlangsung, masyarakat masih menantikan kepastian kapan Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bertemu langsung dengan warga yang terkena dampak gempa bumi.

Prabowo sebelumnya berkunjung ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026, guna mengawasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Dua hari setelahnya, Senin, 24 Agustus 2026, Presiden melanjutkan perjalanan dinasnya ke Riau dan Sumatra Selatan.

Pada kunjungannya, Prabowo menekankan bahwa penanggulangan kebakaran hutan dan lahan perlu dilakukan secara cepat serta menyeluruh.

Pemerintah juga diharapkan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum terkait kebakaran hutan dan lahan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa situasi kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah Sumatra secara umum sudah dalam kondisi terkendali.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan kerjanya ke Riau dan Sumatra Selatan.

"Setelah hari Sabtu kemarin, tanggal 22, Bapak Presiden melakukan kunjungan ke Kalimantan Barat dan dilanjutkan ke Kalimantan Tengah dalam rangka memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan. Hari ini beliau melanjutkan perjalanan ke Pulau Sumatra, yaitu tadi pagi beliau mengunjungi Riau, Pekanbaru, lalu berlanjut ke Palembang, Sumatra Selatan," kata Prasetyo dalam pernyataannya kepada wartawan di Palembang.

Selama kunjungan tersebut, Presiden memimpin dua pertemuan koordinasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan. Dalam rapat terakhir, pemerintah juga berkomunikasi secara virtual dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jambi dan Lampung untuk mendapatkan informasi terkini tentang situasi di beberapa wilayah Sumatra.

Meskipun secara umum sudah terkendali, asap masih ditemui di beberapa tempat meskipun titik api telah berhasil dijinakkan.

Keadaan tersebut salah satu penyebabnya adalah sifat tanah gambut dan adanya batu bara di beberapa daerah.

"Beberapa sudah dilaporkan tidak lagi memiliki titik api, namun masih ada asap yang terus muncul karena wilayah tersebut memiliki lahan gambut. Juga tadi dilaporkan adanya batubara di daerah-daerah khususnya di Sumatra," ujar Prasetyo.

Presiden meminta seluruh jajaran untuk menyelesaikan area yang masih terbakar. Pemerintah pusat juga siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan guna mempercepat penanganan di lapangan.

Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap tindakan pencegahan dan antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat, pelaku usaha, serta pemilik perkebunan dalam menghindari kebakaran sejak awal.

Prasetyo mengatakan bahwa tindakan pencegahan semakin penting karena fenomena El Nino tahun ini diperkirakan cukup kuat. Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun untuk mengurangi risiko kebakaran.

"Termasuk memberikan pendidikan dan bekerja sama, sebelumnya ada satu kutipan yang bagus sejak awal yaitu gotong royong, bekerja sama dengan seluruh masyarakat, bekerja sama dengan pelaku usaha, pemilik perkebunan untuk bersama-sama mengantisipasi sejak awal tahun," katanya.

Pemerintah berharap penyelesaian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Sumatra, serta daerah lain di Indonesia segera selesai agar masyarakat yang terkena dampak bisa kembali melakukan kegiatan sehari-hari dengan normal.

Masyarakat Menantikan Kedatangan Prabowo ke NTT

Sementara Presiden fokus pada penanggulangan kebakaran hutan, perhatian masyarakat juga tertuju pada rencana kunjungan Prabowo ke NTT.

Gempa bumi dengan kekuatan 7,7 skala Richter mengguncang wilayah NTT pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pernah mengeluarkan peringatan dini terkait tsunami setelah gempa tersebut, namun peringatan tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Pada hari Selasa, 25 Agustus 2026, artinya telah berlalu 10 hari sejak gempa besar mengguncang NTT.

Sampai saat ini, Presiden Prabowo belum melakukan kunjungan langsung ke lokasi yang terkena dampak gempa. Kunjungan ke NTT sebelumnya dilakukan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada hari Kamis, 20 Agustus, dan berlanjut hingga Jumat, 21 Agustus 2026.

Gibran berkunjung ke para pengungsi di Maumere, Kabupaten Sikka, dan Kampung Waso, Manggarai Timur.

Pada kunjungan tersebut, Wakil Presiden memastikan penanganan terhadap masyarakat yang terkena dampak gempa berlangsung dengan baik.

Di sisi lain, Mensesneg Prasetyo Hadi sebelumnya mengungkapkan bahwa Istana Kepresidenan sedang melakukan persiapan untuk kunjungan Presiden Prabowo ke NTT.

"Masih dalam persiapan untuk segera dilaksanakan," kata Prasetyo setelah menghadiri sebuah acara di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.

Namun, pada saat itu Prasetyo belum mengungkapkan tanggal pasti perjalanan Presiden.

"Insya Allah pasti akan pergi ke sana," katanya dengan tegas.

Belum diketahui apakah kunjungan tersebut akan dilakukan. Persiapan teknis masih dalam proses oleh pemerintah.

Korban Gempa di NTT Mencapai 100 Orang

Di sisi lain, dampak gempa di NTT tetap menjadi fokus perhatian. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin, 24 Agustus 2026, jumlah korban jiwa mencapai 100 orang.

Angka tersebut meningkat sembilan orang dibandingkan data dari sehari sebelumnya.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyebutkan bahwa selain 100 korban jiwa, terdapat 1.603 orang mengalami cedera dan 180.327 penduduk masih tinggal di tempat pengungsian.

"Per hari ini, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 100 orang, luka-luka sebanyak 1.603 jiwa, dan pengungsi mencapai 180.327 jiwa," kata Suharyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin.

Berdasarkan pendapat Suharyanto, beberapa korban yang meninggal merupakan pasien yang sebelumnya mengalami cedera parah dan telah mendapatkan pengobatan di tempat kesehatan atau rumah sakit darurat.

"Yang meninggal 100 ini adalah para korban gempa yang sebelumnya mengalami luka parah dan dirawat di fasilitas kesehatan, tetapi tidak berhasil diselamatkan," jelasnya.

Selain korban jiwa, kerusakan pada bangunan juga sangat parah. Data sementara dari BNPB menunjukkan sebanyak 73.818 unit rumah mengalami kerusakan, yaitu 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rumah rusak sedang, dan 32.979 rumah rusak ringan.

Kondisi masyarakat masih terpengaruh oleh gempa susulan. Sampai hari kedelapan setelah gempa besar, BMKG mencatat sebanyak 6.409 kali gempa susulan di wilayah Flores.

Banyak penduduk masih memutuskan untuk tinggal di luar rumah karena takut akan gempa berikutnya, termasuk warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan atau hanya mengalami kerusakan kecil.

Suharyanto menyebutkan bahwa aktivitas gempa susulan diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa minggu mendatang. Menurut penjelasan BMKG, keadaan ini diperkirakan akan semakin tenang setelah tiga hingga empat minggu.

Menanti Kepastian Kunjungan Presiden

Pemerintah pusat telah mengirimkan berbagai komponen untuk menghadapi dampak bencana di NTT.

Prabowo sebelumnya juga telah meminta pihak terkait untuk segera bertindak agar kebutuhan masyarakat yang terkena dampak dapat terpenuhi.

"Kami berharap saudara-saudara kami di sana menerima penanganan darurat yang cepat dan optimal," ujar Prabowo pada hari Minggu, 16 Agustus 2026.

Prabowo juga menekankan bahwa keselamatan dan kebutuhan pokok masyarakat menjadi fokus utama selama masa darurat.

Namun, setelah 10 hari sejak gempa besar terjadi, pertanyaan tentang kapan Presiden akan berkunjung langsung ke NTT masih menjadi perhatian masyarakat.

Saat Presiden secara langsung mengawasi penanganan kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra, masyarakat NTT masih menantikan kejelasan mengenai kunjungan kepala negara ke daerah yang terkena bencana tersebut.

Pengurus istana sebelumnya telah memastikan bahwa Prabowo akan berkunjung ke NTT.

Sekarang, yang masih ditunggu adalah kapan kunjungan tersebut benar-benar dilaksanakan, terutama karena jumlah korban meninggal telah mencapai 100 orang dan ratusan ribu penduduk masih berada di tempat pengungsian.

TerPopuler