
bengkalispos.com - JAKARTA - Presiden PrabowoSubianto memberikan petunjuk mengenai perbaikan tata kelola perusahaan negara.
Ia mengarahkan pengurangan struktur organisasi serta anak perusahaan dan cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya.
Hal ini dibicarakan saat ia memanggil sejumlah menteri, termasuk Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri ke Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari Minggu (9/8) kemarin.
"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menginstruksikan pengurangan lapisan dan anak perusahaan di Pertamina, PLN, serta BUMN lainnya," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra dalam pernyataannya.Pengurangan kompleksitas struktur ini bertujuan untuk membentuk BUMN yang lebih gesit dan efisien.
Dengan rantai birokrasi yang lebih pendek, diharapkan proses pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat sambil tetap mempertahankan efisiensi perusahaan negara.
"Pemangkasan bertujuan untuk mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, serta menjaga efisiensi seluruh BUMN," ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga membahas isu ketahanan energi. Ia menerima laporan perkembangan Program B50 wajib atau biodiesel 50 persen serta kesiapan infrastruktur menuju penerapan aturan bioetanol.Simon dilaporkan menyampaikan perkembangan penerapan B50 yang telah diperkenalkan oleh Presiden Prabowo pada bulan Juli lalu.
Program ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional dengan meningkatkan penggunaan sumber energi lokal.
"Dirut Pertamina melaporkan perkembangan Program B50 (Biodiesel 50 persen) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada Juli lalu serta kesiapan infrastruktur dalam tahap persiapan wajib bioetanol oleh Pemerintah," ujar Seskab.Pertemuan ini menegaskan dua poin utama yang terus diperjuangkan Prabowo, yaitu membangun kemandirian energi berdasarkan sumber daya dalam negeri, serta memastikan BUMN dijalankan secara lebih efektif, efisien, dan berfokus pada kepentingan bangsa dan rakyat.(dit/jpnn)