
Ringkasan Berita:
- Pengingat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-81 hari ini menjadi awal dari bangkitnya perekonomian nasional.
- Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun mendatang.
- Pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp5 triliun untuk mengatasi kebutuhan penanggulangan bencana di seluruh wilayah Indonesia,
BERITA.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dirayakan oleh bangsa Indonesia hari ini menjadi awal dari pemulihan ekonomi nasional.
"Hari ini kita berharap menjadi awal dari pemulihan Indonesia yang lebih baik ke depan. Tahun depan kita berharap pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, semoga lebih tinggi dari itu," ujar Purbaya saat memimpin upacara di lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin, 17 Agustus 2026.
Di tengah semangat optimis tersebut, Purbaya juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kesiapan menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk kemungkinan bencana alam yang bisa memengaruhi momentum pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Pemerintah selalu menyediakan dana yang siap digunakan atau dalam kondisi siaga untuk menanggapi kebutuhan penanganan bencana di seluruh wilayah Indonesia.
Purbaya juga menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp5 triliun untuk keperluan tersebut, yang akan ditambah sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan berdasarkan permintaan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Dana bencana selalu tersedia sebesar Rp5 triliun. Jika kurang, kita tambahkan kembali, tergantung pada kebutuhan yang diajukan oleh BNPB," ujar Purbaya.
Ia memastikan setiap permohonan pendanaan terkait penanggulangan bencana segera ditangani dengan cepat melalui mekanisme dan prosedur operasional standar (SOP) yang telah disusun oleh Pemerintah.
Segera setelah menerima permintaan resmi, kami segera menindaklanjutinya secara cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, prosedur operasional kami dirancang agar responsif, selama permintaannya jelas," ujarnya.
Selain dana yang diurus oleh Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa BNPB juga memiliki cadangan dana siap pakai sekitar Rp500 miliar guna mendukung penanganan kebutuhan darurat di lapangan.
"Di BNPB juga telah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam kondisi siaga. Jika kurang, kami akan tambahkan kembali," kata Purbaya.
Purbaya memastikan anggaran akan terus disesuaikan sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan serta permintaan resmi dari BNPB, agar respons dalam kebencanaan dapat berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran, sekaligus menjaga kesiapan keuangan pemerintah dalam menghadapi berbagai situasi darurat di seluruh Indonesia.