Ramai di Medsos, Gaji Pengupas Bawang 700 Ribu Per Kg Diungkap dalam Pidato Prabowo -->

Ramai di Medsos, Gaji Pengupas Bawang 700 Ribu Per Kg Diungkap dalam Pidato Prabowo

15 Agu 2026, Sabtu, Agustus 15, 2026
Ramai di Medsos, Gaji Pengupas Bawang 700 Ribu Per Kg Diungkap dalam Pidato Prabowo
Ringkasan Berita:
  • Kedutaan Presiden merespons perdebatan pernyataan Prabowo mengenai upah pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah akan memeriksa angka tersebut dan menginvestigasi data yang sebenarnya di lapangan.
  • Pernyataan tersebut menyebar secara luas setelah video pidato diubah dan dibagikan, memicu keraguan masyarakat terkait keabsahannya.

NEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Presiden merespons diskusi di media sosial terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya yang menyentuh upah petani bawang yang mencapai Rp700 ribu per kilogram.

Isu ini muncul dan mendapat perhatian luas di media sosial setelah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Potongan video itu kemudian banyak diubah oleh masyarakat lalu disebarluaskan ke media sosial dan mendapat ribuan komentar dari netizen. Video tersebut mempertanyakan apakah jumlah tersebut benar-benar fakta yang terjadi di lapangan atau hanya kesalahan dalam penyampaian data.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi mengatakan pihaknya akan memeriksa keakuratan data tersebut. Di sisi lain, pihaknya masih belum mampu memberikan penjelasan teknis secara detail.

 

"Nanti kita periksa dulu," kata Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah, menurut Prasetyo, berjanji akan melakukan penyelidikan terhadap angka yang disampaikan dalam pidato tersebut.

"Jika kita periksa detailnya," ujarnya.

Sebagai latar belakang, dalam pidato negara sebelumnya, Presiden Prabowo sengaja mengundang sejumlah warga biasa yang menjadi penerima manfaat dari program prioritas pemerintah.

Tujuan dari hal ini adalah menunjukkan secara langsung dampak nyata dari kebijakan yang telah diterapkan.

Salah satu contohnya adalah Susanah dari Kabupaten Bogor, seorang pekerja harian yang mengupas bawang dengan gaji Rp700.000 per kilogram, yang kemudian menjadi viral dan mendapat perhatian masyarakat.

“Hadiri bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan gaji sekitar Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo.

10 Ribu per Karung

Gini (53), seorang pekerja pengupas bawang yang biasa bekerja di Pasar Legi, Kota Solo, Jawa Tengah mengungkapkan kekagetannya ketika mengetahui adanya penyebutan upah sebesar Rp700.000 untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.

Menurutnya, sistem pembayaran pekerja pengupas bawang di Pasar Legi tidak dihitung berdasarkan berat dalam kilogram.

Para buruh justru dibayar berdasarkan jumlah karung yang berhasil mereka kupas.

"Apakah pasar itu? Tidak mungkin. Jika di Solo, perhitungannya bukan satu kilogram. Tapi satu karung krawang. Jadi perhitungannya satu karung krawang adalah Rp10 ribu, bukan berdasarkan berat," ujar Gini, Sabtu (15/8/2026).

Ia selanjutnya memperlihatkan karung kawat yang biasanya digunakan untuk mengangkut bawang.

Menurut Gini, satu karung bisa berisi lebih dari 20 kilogram bawang.

"Kantong ini berisi sekitar 20 kilogram lebih. Tidak ada harga per kilogram di sini, jadi satu kantong seperti ini harganya Rp10 ribu," katanya.

Ia mengatakan selama ini hanya melakukan pekerjaan yang sederhana.

Ia belum yakin apakah sistem pembayaran untuk pengupas bawang merah sama.

"Jika bawang merah saya tidak tahu. Mungkin juga sama. Saya hanya mengupas bawang putih," katanya.

Pekerjaan itu telah dilakukan oleh Gini selama sekitar tiga tahun. Setiap hari, Gini datang langsung ke Pasar Legi.

Ia mengambil satu karung bawang merah dari gudang milik seseorang, lalu membawanya dan mengupasnya.

Pekerjaan ini tidak dilakukan karena menerima undangan khusus.

Para pekerja pengupas bawang pergi sendiri ke pasar guna mencari kesempatan kerja yang ada.

"Setiap petani bawang di sini memiliki harga yang sama, yaitu Rp10.000 per karung," katanya.

Biasanya mulai bekerja dari pagi hingga sore hari.

Namun, jumlah bawang yang dapat diselesaikan setiap hari tidak selalu sama.

Pada keadaan biasa, ia mengakui hanya mampu menyelesaikan sekitar tiga kantong bawang dalam sehari.

Dengan harga Rp10 ribu per karung, pendapatan yang didapat Gini dari pekerjaan tersebut sekitar Rp30 ribu per hari.

 

Beberapa artikel ini telah tayang di Solo.com dengan judul Prabowo Mengatakan Pengupas Bawang dari Bogor Dibayar Rp700 Ribu/Kg, Buruh Pasar Legi: Rp10 Ribu/Karung

TerPopuler