Ringkasan Berita:
- YPMAK mengawasi perkembangan akademis dan kepribadian siswa penerima beasiswa dari dana kemitraan PTFI di SMAN 3 Buper Waena, Jayapura (27/8/2026).
- Siswa-siswa mencatatkan pencapaian yang baik dengan rata-rata nilai di atas 83, serta kelulusan Stanlly Wogan hingga tingkat OSN Fisika Provinsi Papua.
- Laporan pemantauan berkala ini akan menjadi dasar penilaian YPMAK dalam mendukung kelangsungan pendidikan siswa.a.
Liputan Jurnalis PapuaTengah.com, Feronike Rumere
-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA –Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mengirimkan Divisi Monitoring dan Evaluasi Pendidikan untuk melakukan pengawasan langsung terhadap perkembangan siswa penerima beasiswa di SMAN 3 Buper Waena, Kota Jayapura, Papua, pada hari Kamis (27/8/2026).
Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas program bantuan pendidikan melalui dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), baik dalam hal prestasi akademik maupun pengembangan karakter siswa di luar wilayah.
Kepala Divisi Evaluasi Pendidikan YPMAK, Erlina Etti Timang, memimpin inspeksi ini bersama Staf Evaluasi Pendidikan, Monica Ana Ero Kemong.
Tim bertemu langsung dengan Kepala SMAN 3 Buper Waena, Joko Yohanis, pendamping siswa, serta para penerima beasiswa.
Erlina menekankan bahwa pengawasan lapangan yang rutin dilakukan setiap tahun di berbagai kota studi bertujuan untuk mengumpulkan aspirasi dan kendala siswa.
Data dari hasil pemantauan ini akan disampaikan kepada Divisi Program Pendidikan YPMAK sebagai dasar untuk evaluasi program yang berkelanjutan.
"Hasil pengawasan ini digunakan sebagai bahan penilaian lanjutan oleh kami untuk mengevaluasi sejauh mana perkembangan akademis dan kepribadian siswa selama berada di lembaga pendidikan," ujar Erlina.
Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Buper Waena, Joko Yohanis, mengapresiasi prestasi peserta beasiswa yang meraih rata-rata nilai di atas 83.
Angka ini melebihi standar kelulusan minimal sekolah yang ditetapkan sebesar 75.
Bahkan, seorang penerima beasiswa bernama Stanlly Wogan berhasil lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Papua dalam bidang fisika.
"Kemampuan anak-anak cukup memuaskan. Stanlly mampu mencapai tingkat provinsi setelah bersaing dengan ribuan peserta, meskipun ketekunan dan ketenangan dalam mengerjakan soal masih perlu ditingkatkan," jelas Joko.
Joko menyampaikan bahwa pihak sekolah terus meningkatkan pembinaan dengan melakukan pengawasan terhadap nilai semester tengah, fasilitas kelas internasional, serta bantuan psikologis.
Sekolah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menyelenggarakan sosialisasi tentang disiplin dan pencegahan ancaman narkoba bagi siswa yang tinggal di asrama.
Di sisi lain, perwakilan siswa beasiswa YPMAK kelas XI, Novela Chrisanta Pokniangge, mengakui bahwa proses penyesuaian diri pada awal masa studinya terasa cukup sulit.
Kehausan akan rumah sempat membuatnya ingin kembali bersekolah di Timika. Namun, sistem bimbingan serta komunikasi antar siswa di asrama berhasil mengurangi hambatan psikologis tersebut.
Dukungan dari teman sebaya serta program belajar malam di asrama sangat membantu kami dalam memahami pelajaran sekolah. Kami sangat berterima kasih kepada YPMAK atas kesempatan yang besar ini," kata Novela. (*)