
-MEDAN.COM, NIAS- Ruang kelas SMP Negeri 1 Hiliweto Gido di Kecamatan Sogae'adu, Kabupaten Nias, dipenuhi oleh siswa yang datang bersama orang tua mereka, Rabu (05/08/2026).
Sejak pagi, siswa-siswa mengenakan pakaian seragam sekolah, sedangkan orang tua duduk di samping anak-anak mereka menunggu dimulainya pemberian beasiswa pendidikan yang diperjuangkan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara sekaligus anggota DPR RI, Drs Rapidin Simbolon MM.
Kegiatan di Kabupaten Nias menjadi langkah selanjutnya dalam Tour Beasiswa 1.055 yang dilakukan Rapidin di Kepulauan Nias.
Sebelumnya, bantuan serupa telah diberikan kepada siswa yang kurang mampu di Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Nias Barat.
Dari Kabupaten Nias, rangkaian pendistribusian akan dilanjutkan ke daerah lain di Kepulauan Nias sebagai bagian dari penyaluran bantuan pendidikan yang diperjuangkan melalui koordinasi antar komisi di DPR RI.
Sebanyak 289 siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dan SMK mendapatkan bantuan pendidikan. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang sekolah, yaitu Rp450 ribu untuk peserta didik SD, Rp700 ribu untuk siswa SMP, serta Rp1,8 juta untuk pelajar SMA maupun SMK.
Pada kegiatan tersebut, Rapidin didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Nias, Ketua DPRD Kabupaten Nias Sabayuti Gulo, anggota DPC PDI Perjuangan, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara yang berasal dari Kepulauan Nias Penyabar Nakhe, serta Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara.
Di hadapan para orang tua dan siswa, Rapidin menyampaikan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara sesuai dengan yang diatur dalam konstitusi.
Menurutnya, negara seharusnya mampu memastikan akses pendidikan bagi seluruh anak tanpa mengalami hambatan terkait kondisi keuangan.
Namun, menurut Rapidin, tindakan korupsi yang masih berlangsung menyebabkan penggunaan anggaran negara tidak sepenuhnya menguntungkan rakyat.
Pada penyampaiannya, ia menyebut beberapa kasus korupsi yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk perkara dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat Kejaksaan Agung dengan barang bukti berupa emas, sebagai contoh bagaimana anggaran negara bisa terbuang akibat penyalahgunaan kekuasaan.
Rapidin juga kembali mengkritik skema Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sistem distribusi program tersebut perlu dievaluasi agar manfaat anggaran lebih tepat sasaran.
"Menurut saya, anggaran sebaiknya diserahkan langsung kepada orang tua. Mereka yang paling memahami kebutuhan anak-anak mereka dan mampu mengatur pemenuhan gizi sesuai dengan situasi keluarga," ujar Rapidin.
Pernyataan itu mendapat respons dari sejumlah orang tua yang hadir. Beberapa di antaranya mengangguk dan menyatakan sejalan dengan usulan agar mekanisme program dievaluasi.
Rapidin menyampaikan, jumlah penerima beasiswa di Kabupaten Nias memang belum mampu mencapai seluruh siswa yang memerlukan.
Ia menyebutkan bahwa kuota yang tersedia saat ini merupakan hasil dari perjuangan melalui koordinasi antar komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI.
"Ke depan kita akan terus berupaya menambah kuota beasiswa dan saya tetap memperjuangkannya melalui berbagai komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI," katanya.
Menurut Rapidin, semua penerima beasiswa telah melalui tahap pengumpulan data dan pemilihan terlebih dahulu, sehingga bantuan bisa disampaikan kepada siswa dari keluarga yang memenuhi syarat penerima.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Penyabar Nakhe, menyatakan bahwa bantuan pendidikan tersebut merupakan bukti bahwa aspirasi masyarakat Kepulauan Nias terus diperjuangkan di tingkat pusat.
Ia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP) bagi wilayah Kepulauan Nias sangat terbatas.
"Melalui perjuangan Bapak Rapidin di DPR RI, bantuan pendidikan kembali bisa dirasakan oleh siswa di Kepulauan Nias. Kami akan terus bekerja sama untuk memperjuangkan agar kuota bantuan pendidikan semakin meningkat di masa depan," ujar Penyabar.(Jun--medan.com).
Pilihan 1 –
Pilihan 2 – Penyerahan Bantuan Sosial Berupa Beasiswa Secara Simbolis. Rapidin Simbolon memberikan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu di Kabupaten Nias. Bantuan ini merupakan bagian dari Tour 1.055 Beasiswa yang sebelumnya telah mengunjungi Nias Selatan dan Nias Barat.
Pilihan 3 – Dukungan Pendidikan Bersama Orang Tua. Orang tua mendampingi anak-anaknya dalam menerima beasiswa pendidikan yang diperjuangkan melalui kerja sama antar komisi di DPR RI. Program ini ditujukan untuk siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Nias.
Pilihan 4 – Suasana Ruang Pertemuan Penerima Beasiswa. Ratusan siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK hadir di Aula SMP Negeri 1 Hiliweto Gido untuk menerima bantuan pendidikan yang disampaikan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon.
Pilihan 5 – Pemberian Beasiswa Pendidikan Secara Langsung. Rapidin Simbolon memberikan bantuan pendidikan kepada seorang siswa penerima. Jumlah beasiswa disesuaikan dengan tingkat pendidikan, mulai dari Rp450 ribu untuk SD, Rp700 ribu untuk SMP, hingga Rp1,8 juta untuk SMA/SMK.