
Ringkasan Berita:
- Acara Sarasehan Kebangsaan diselenggarakan oleh DPC PKB Kabupaten Pasuruan di Bangil, pada hari Minggu (9/8/2026) siang.
- Sarasehan merupakan bagian dari upaya memberikan pendidikan politik serta memperkuat kesadaran nasional masyarakat.
Reporter Jatim.com, Galih Lintartika
JATIM.COM, PASURUAN- Pada masa pemilihan umum, rakyat tidak cukup hanya datang ke tempat memilih.
Setelah menentukan pilihan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar bertujuan untuk kepentingan rakyat.
Pesan tersebut muncul pada acara Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan DPC PKB Kabupaten Pasuruan di Bangil, Minggu (9/8/2026) siang.
Kegiatan ini mengusung tema 'Cerdas Memilih, Bijak Mengawasi, Hijaukan Jawa Timur'.
Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat menyampaikan bahwa sarasehan merupakan bagian dari upaya memberikan edukasi politik serta memperkuat kesadaran nasional masyarakat.
Menurutnya, masyarakat seharusnya lebih waspada dalam memilih calon politik, bukan hanya berdasarkan ketenaran tokoh tersebut, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan, integritas, riwayat kerja, serta komitmen terhadap kebutuhan rakyat.
"Ini bukan hanya sebuah forum diskusi, melainkan bagian dari pendidikan politik serta penguatan kesadaran nasional masyarakat," ujarnya, Senin (10/8/2026).
Ia berpendapat, proses demokrasi tidak seharusnya berhenti setelah pemungutan suara selesai.
Masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mengawasi serta memberikan saran terhadap kebijakan pemerintah.
Oleh karena itu, kata Samsul, panggilan akrabnya, masyarakat perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai bagian dari kehidupan demokratis.
"Setelah memilih, masyarakat juga perlu cerdas dalam mengawasi kebijakan pemerintah. Demokrasi tidak berakhir di bilik suara," katanya.
Selain masalah politik, diskusi tersebut juga membahas isu lingkungan.
Pengembangan Jawa Timur dianggap perlu terus berlangsung sambil tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Samsul menegaskan, perkembangan ekonomi dan pembangunan tidak boleh mengorbankan alam yang akan diserahkan kepada generasi selanjutnya.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diselenggarakan bersamaan dengan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPAC PKB yang berlangsung di seluruh Kabupaten Pasuruan.
Rencana ini merupakan bagian dari penguatan internal serta memperkuat struktur organisasi di tingkat kecamatan.
Menurut Samsul, kehadiran DPAC diharapkan bukan hanya sebagai struktur administratif partai.
Selain itu, DPAC perlu mampu berperan sebagai jembatan antara PKB dengan masyarakat.
"Kami berharap seluruh DPAC yang terbentuk mampu menjadi pelopor perjuangan PKB, giat menyerap keluhan masyarakat serta menyediakan solusi untuk berbagai tantangan yang dihadapi warga," ujarnya.
Penggabungan ini diharapkan mampu mendekatkan kader lebih dekat kepada masyarakat.
Dengan demikian, aktivitas politik tidak hanya terjadi saat momen pemilu tiba, tetapi hadir melalui kegiatan dan perjuangan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Tujuan kami sederhana, struktur organisasi semakin kuat, kader semakin dekat dengan masyarakat, serta perjuangan politik PKB semakin memberikan manfaat nyata bagi warga Kabupaten Pasuruan," tegas Samsul.
Melalui pertemuan tersebut, PKB Kabupaten Pasuruan mengajak masyarakat untuk menciptakan budaya politik yang lebih matang.
Pandai dalam memilih, kritis dalam mengawasi kebijakan, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
"Pesan yang ingin kami sampaikan adalah Cerdas Memilih, Bijak Mengawal, Hijaukan Jawa Timur dan Solid Bergerak, Bersama Rakyat," tutupnya.