
jateng.bengkalispos.com, SEMARANG - Sebanyak 2.692 siswa baru telah memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di 16Sekolah Rakyat(SR) yang beredar di Jawa Tengah pada masa ajaran 2026/2027.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menganggap program tersebut sebagai salah satu tindakan penting untuk memutus siklus kemiskinan serta mengurangi jumlah siswa yang tidak menyelesaikan pendidikannya.
Sekolah Rakyat ini berjalan untuk memutus siklus kemiskinan meskipun demikian angkakemiskinandi Jawa Tengah masih cukup tinggi," ujar Gus Yasin di kantornya, Kota Semarang, Rabu (5/8).
Mereka menyatakan akan memantau program Sekolah Rakyat karena merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin.
"Karena ini merupakan gagasan presiden yang bertujuan untuk memberdayakan keluarga miskin, sehingga sekolah rakyat ini benar-benar mendukung pemulihan orang-orang kecil," ujarnya.
Dalam rangka dengan SR, ia menjelaskan bahwa di Jawa Tengah telah tersedia sekolah asrama untuk siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sekolah SMKN Jateng berada di Kabupaten Pati, Kabupaten Semarang, dan Purbalingga.
Ada 15 sekolah semi-boarding yang berada di berbagai kabupaten di Jawa Tengah.
"Kehadiran Program Sekolah Rakyat membuat kami sangat senang karena sesuai dengan inisiatif yang telah kami lakukan sekitar 10 tahun terakhir," katanya.
Ratusan siswa SR telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Angka tersebut terdiri dari 380 siswa SD, 1.038 siswa SMP, dan 1.274 siswa SMA.
Mereka tersebar di 10 SR tetap yang terletak di Kabupaten Pati, Banyumas, Wonosobo, Sragen, Jepara, Brebes, Cilacap, Sukoharjo, Rembang, dan Kota Semarang. Termasuk dalam enam SR percobaan di Kabupaten Banjarnegara, Temanggung, Blora, Magelang, Kabupaten Magelang, serta Kebumen.(ink/jpnn)