
Warta Bulukumba- Suara orang-orang mengisi ruang dialog ketika percakapan berubah arah menuju sesuatu yang selama ini berjalan tanpa banyak ditanyakan: sungai. Di Bulukumba, air yang turun dari bentang alam tidak selalu sampai dengan cara yang sama. Ada yang mengalir deras, ada yang melebar lalu kehilangan jangkauannya, ada pula yang lenyap dari permukaan dan harus dicari melalui sumur bor.
Minggu, 9 Agustus 2026, isu tersebut dibahas dalam meja Dialog Nasional Aksi Pemuda Menjaga Sungai Nusantara sebagai bagian dari Festival 3 Sungai. Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf membuka diskusi dengan satu fakta sederhana: kebutuhan air bersih masyarakat tidak mungkin terus-menerus bergantung hanya pada PDAM.
"Jika kita hanya mengandalkan pasokan air dari PDAM, akan sulit memenuhi kebutuhan air bersih warga Bulukumba. Oleh karena itu, penting juga menjaga sungai agar tidak mengering dan tercemar," ujar Andi Edy Manaf.
Kalimat tersebut terdengar biasa saja. Namun, di baliknya tersimpan permasalahan yang berlangsung dari hulu hingga hilir.
Baca selengkapnya