Tantangan Sanitasi di Pesantren, Muhaimin Soroti Ketidakseimbangan MCK dengan Jumlah Santri -->

Tantangan Sanitasi di Pesantren, Muhaimin Soroti Ketidakseimbangan MCK dengan Jumlah Santri

4 Agu 2026, Selasa, Agustus 04, 2026
 

bengkalispos.com- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti peran penting fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) dalam lingkungan pondok pesantren. Ia menyatakan bahwa banyak pondok pesantren yang jumlah fasilitas MCK tidak seimbang dengan jumlah santri yang ada.

Berdasarkan hal tersebut, Muhaimin mengumumkan Program 10.000 MCK untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia. Pelaksanaan program ini dilakukan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (4/8).

Muhaimin menyebutkan bahwa program ini dilaksanakan oleh Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP). Melalui program tersebut, diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang layak bagi para santri. Terutama dalam hal sanitasi yang memadai.

"Alhamdulillah, hari ini FPTP memulai tindakan nyata untuk pesantren. Saya mengapresiasi karena tidak lama lalu FPTP berhasil menyelenggarakan Ijtima Ulama yang dihadiri ratusan ulama dari seluruh Indonesia, dan hari ini menghadirkan program yang sangat penting, yaitu pembangunan MCK untuk pesantren," kata Muhaimin.

Wakil Menteri Pemberdayaan Masyarakat menganggap bahwa sanitasi merupakan hal yang penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Jika kualitas lingkungan baik, maka kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara optimal.

"Kita memahami bahwa awal dari kemajuan adalah ilmu. Kita tahu bahwa mencari ilmu dilakukan di pesantren. Kita juga mengetahui bahwa syarat untuk memperoleh ilmu adalah kesehatan, dan syarat kesehatan adalah lingkungan yang baik. Yang paling penting adalah bagaimana MCK terpenuhi sesuai dengan standar yang layak," ujarnya.

Ia menyampaikan, hingga saat ini masih banyak pondok pesantren yang mengalami keterbatasan dalam hal fasilitas sanitasi. Jumlah tempat cuci tangan dan kamar mandi yang tersedia seringkali tidak sesuai dengan jumlah santri secara keseluruhan.

"Alasannya sangat tidak logis. Ada pesantren yang memiliki ribuan santri tetapi fasilitas MCK-nya hanya 40, 50, atau 100. Hal ini jauh dari cukup. Oleh karena itu, perhatian terhadap sanitasi di pesantren harus menjadi gerakan bersama," katanya.

Ia menganggap Program 10.000 MCK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kondisi lingkungan pendidikan pesantren. Menurutnya, inisiatif ini selaras dengan rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan perubahan bangsa melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP PKB serta Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa partai memiliki sikap yang mendukung pesantren. Visi ini selaras dengan amanat perjuangan para pendiri partai.

"Kehadiran saya di sini bukan hanya sebagai Wakil Ketua DPR RI, namun saya datang bersama beberapa anggota DPR sebagai kader PKB, partai yang lahir dari lingkungan pesantren," kata Cucun.

Melalui Program 10.000 MCK, PKB bekerja sama dengan FPTP berharap kualitas sanitasi di pondok pesantren seluruh Indonesia semakin meningkat, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung lahirnya generasi santri yang unggul sebagai fondasi kemajuan bangsa.

TerPopuler