bengkalispos.comPresiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Rabu menyatakan keinginannya untuk mengadakan pertemuan langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebelum akhir tahun ini, menurut laporan dariANTARA.
Trump, yang telah menjalin komunikasi diplomatik dengan Kim sejak awal minggu ini, juga menyampaikan kepada para jurnalis bahwa Korea Utara memiliki "57 senjata nuklir yang sangat kuat."
Pernyataan itu dia sampaikan ketika ia sedang berupaya melakukan negosiasi dengan Iran mengenai masalah nuklir serta isu-isu lainnya.
"Seharusnya hal itu tidak pernah terjadi. Jika saya menjadi presiden [saat itu], saya tidak akan memperbolehkannya, tetapi dia memiliki kekuatan itu," kata Trump, saat membicarakan pemimpin Korea Utara dan senjata Pyongyang.
Trump menyatakan bahwa dia tidak mungkin membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, namun situasi terkait Kim "akan berjalan baik" selama Amerika Serikat memiliki "seorang presiden yang bijak."
Saat ditanya mengenai kemungkinan bertemu dengan Kim pada akhir tahun 2026, Trump menjawab, "Ya, saya akan bertemu," tanpa menyebutkan detail lebih lanjut, termasuk apakah ia sudah melakukan komunikasi melalui surat dengan pemimpin Korea Utara tersebut.
Korea Utara telah lama berharap diakui sebagai negara yang memiliki senjata nuklir, serta menginginkan pengakuan ini sebagai salah satu syarat utama untuk melanjutkan pembicaraan kembali dengan Washington.
Pada tahun 2018, Trump menjadi presiden Amerika Serikat yang pertama kali bertemu dengan pemimpin Korut saat ia berjabat tangan dengan Kim di Singapura. Pada kesempatan itu, kedua pemimpin sepakat untuk bekerja sama dalam upaya mencapai denuklirisasi menyeluruh Semenanjung Korea.
Trump mengadakan dua pertemuan langsung lainnya dengan Kim pada tahun berikutnya, namun keduanya akhirnya pulang tanpa hasil, dan Korea Utara terus mengembangkan kemampuan rudal serta nuklirnya.
Dalam konferensi pers terpisah pada hari Rabu sore di Gedung Putih, Trump menghindari pertanyaan mengenai apakah tujuannya melanjutkan dialog dengan Korea Utara masih bertujuan untuk mendorong penghapusan senjata nuklir negara tersebut.
Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm percaya bahwa Korut telah membangun sekitar 60 peluru nuklir dan memiliki cukup bahan bakar untuk membuat setidaknya 30 peluru tambahan.
Trump menyatakan bahwa Kim menyukainya, dan hubungan persahabatan antara Amerika Serikat dan Korea Utara akan bermanfaat bagi seluruh dunia.
"Saya merasa negara kita, dan saya yakin negara-negara lain, seperti Jepang atau Korea Selatan, akan jauh lebih aman jika saya menjabat sebagai presiden," ujarnya.