Trump Klaim Selat Hormuz, Iran Balas dengan California: Apakah Narasi Jadi Perang Darat? -->

Trump Klaim Selat Hormuz, Iran Balas dengan California: Apakah Narasi Jadi Perang Darat?

21 Agu 2026, Jumat, Agustus 21, 2026
Trump Klaim Selat Hormuz, Iran Balas dengan California: Apakah Narasi Jadi Perang Darat?
Ringkasan Berita:
  • Trump mengklaim Selat Hormuz, Iran merespons dengan California, Tindakan ini dianggap sebagai perang narasi, bukan pengumuman aneksasi resmi.
  • Peluang terjadinya perang darat antara AS dan Iran dinilai sangat rendah. Kondisi geografis Iran yang berbukit dan memiliki medan yang rumit juga menjadi hambatan besar dalam operasi darat.
  • Pertarungan narasi bisa berisiko jika diiringi tindakan nyata, seperti kejadian yang menyerang kapal Amerika Serikat yang menyebabkan kerugian besar atau mengganggu jalur pasokan energi global.

NEWS.COM -Persaingan narasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak setelah kedua negara saling menyatakan klaim wilayah secara simbolis di tengah ketegangan konflik yang masih terus berlangsung.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya membagikan peta Selat Hormuz melalui situs Truth Social.

Dalam gambar yang diunggah oleh Anews, wilayah Selat Hormuz ditandai dengan lingkaran berwarna biru dan dilengkapi tulisan “Wilayah Baru AS, Selat Hormuz” atau “NEW U.S. TERRITORY, Strait of Hormuz”.

Unggahan tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari Iran. Akun resmi Iran di Hyderabad melalui platform X memposting peta Amerika Serikat dengan wilayah California dicat dengan warna biru.

Pada peta tersebut terdapat tulisan “NEW TERRITORY OF THE ISLAMIC REPUBLIC OF IRAN” atau “Wilayah Baru Republik Islam Iran”.

Tindakan saling menuduh tersebut mendapat perhatian karena muncul saat hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih dalam kondisi memanas.

Namun, pernyataan mengenai California maupun Selat Hormuz dalam unggahan tersebut bukan merupakan pengumuman resmi terkait aneksasi wilayah.

Keduanya lebih tepat dipahami sebagai perang narasi dan sindiran politik untuk membalas tekanan maupun klaim dari pihak lawan.

Trump menggunakan gambar Selat Hormuz untuk memperkuat pesan mengenai kepentingan AS terhadap jalur perairan strategis tersebut.

Sebaliknya, Iran memanfaatkan California sebagai simbol untuk menunjukkan bahwa Teheran juga mampu mengeluarkan pernyataan yang provokatif terhadap wilayah Amerika Serikat.

Konflik Narasi Tidak Berarti Konflik Darat

Menanggapi perang narasi tersebut, Budi Pramono, mantan Defense Attaché RI di Iran pada masa 2009-2012, menganggap tindakan saling klaim antara AS dan Iran lebih bersifat sebagai ancaman politik.

Budi menilai kemungkinan Iran benar-benar menyerang atau menguasai California sangat rendah. Begitu pula dengan kemungkinan Amerika Serikat mengambil alih Selat Hormuz sebagai wilayahnya secara permanen.

"California akan direbut Iran dan Hormuz akan direbut AS itu adalah tidak mungkin," kata Budi dalam penjelasannya yang dilaporkan dari video YouTube Kompas Petang, Jumat (21/8/2026).

Menurut Budi, kondisi geografis Iran juga menjadi salah satu alasan mengapa kemungkinan perang darat langsung antara AS dan Iran sangat kecil.

Iran memiliki wilayah yang luas yang terdiri dari banyak daerah pegunungan, jalur yang curam, serta medan yang rumit. Kondisi ini bisa menjadi hambatan signifikan bagi pasukan asing yang berusaha melakukan operasi darat dalam skala besar.

Oleh karena itu, meskipun Amerika Serikat memiliki keunggulan militer di beberapa bidang, operasi darat untuk menguasai wilayah Iran bukanlah tindakan yang mudah.

Di sisi lain, Iran tidak memiliki kemampuan nyata untuk melakukan serangan darat ke wilayah Amerika Serikat, termasuk California.

Oleh karena itu, tindakan saling mengklaim wilayah yang terjadi saat ini belum bisa dianggap sebagai tanda bahwa kedua negara sedang menuju konflik darat.

Pertarungan Narasi Bisa Menimbulkan Bahaya Jika Diiringi Tindakan Militer

Namun, Budi menegaskan bahwa perang narasi tetap berisiko jika retorika politik berubah menjadi tindakan militer di lapangan.

Menurutnya, peningkatan ketegangan bisa berubah menjadi konflik yang lebih parah jika ada pemicu yang menyebabkan korban besar atau memengaruhi kepentingan internasional.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kejadian yang melibatkan kapal besar Amerika Serikat di wilayah penting.

Jika kapal Amerika Serikat diserang hingga menimbulkan banyak korban jiwa atau menyebabkan kebocoran minyak yang besar, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Washington dan Teheran.

Gangguan terhadap jalur pelayaran dan distribusi energi dapat memengaruhi banyak negara karena Selat Hormuz adalah salah satu rute krusial bagi perdagangan energi global.

Situasi ini berpeluang memperbesar tekanan terhadap pemerintah Amerika Serikat untuk memberikan tanggapan militer yang lebih besar.

Iran kemudian mampu merespons dengan serangan yang baru. Siklus serangan dan balasan seperti ini berpotensi memperparah ketegangan yang sulit dikendalikan.

Dalam keadaan terburuk, perselisihan yang awalnya hanya terbatas pada tindakan militer tertentu bisa berkembang menjadi konflik regional yang melibatkan lebih banyak negara dan kepentingan.

Oleh karena itu, masalah inti bukan berada pada klaim simbolis terhadap California atau Selat Hormuz, tetapi pada kemungkinan perang narasi tersebut memicu tindakan nyata di lapangan.

Selama kedua belah pihak tetap mengendalikan diri dan tidak melakukan tindakan yang menyebabkan kerugian besar atau gangguan terhadap kepentingan global, kemungkinan perang darat langsung tetap rendah.

Namun, semakin tinggi tingkat retorika dan semakin sering terjadi kejadian militer, semakin besar pula kemungkinan kesalahan perhitungan yang dapat mengubah perang narasi menjadi konflik nyata.

(news.com / Namira)

TerPopuler