
JATENG.COM, PURWOKERTO- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus meningkatkan perannya dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan. - UMP berkomitmen untuk memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kemampuan tenaga kerja di bidang kesehatan. - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) secara aktif berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. - UMP terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan kualitas SDM di bidang kesehatan.
Melalui program Pengabdian Masyarakat dalam Pengembangan Persyarikatan, tim dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pascasarjana UMP mengadakan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Perawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto sebagai langkah untuk memperkuat budaya penelitian dan publikasi ilmiah di kalangan tenaga kesehatan.
Pelatihan yang diadakan dalam dua tahap, yaitu pada 27 Juli dan 3 Agustus 2026, berlangsung di Aula Diklat RSI Purwokerto dan diikuti oleh 45 perawat.
Kegiatan disusun guna meningkatkan keterampilan perawat dalam menyusun proposal penelitian dan menulis artikel ilmiah berdasarkan pengalaman praktik klinis, sehingga berbagai inovasi dalam pelayanan kesehatan dapat dicatat dan dipublikasikan secara akademis.
Ketua Tim Pengabdian, Ns. Sri Suparti, S.Kep., M.Kep., menyampaikan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah merupakan kompetensi yang sangat penting bagi para tenaga kesehatan dalam era pelayanan berbasis bukti (evidence-based practice).
Menurutnya, berbagai pengalaman dan inovasi yang muncul dari aktivitas keperawatan sehari-hari akan memberikan dampak yang lebih luas jika diwujudkan dalam bentuk karya ilmiah.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para perawat semakin percaya diri dalam memulai proses penulisan, meningkatkan budaya membaca dan mengevaluasi hasil penelitian, serta menciptakan kebiasaan untuk mendokumentasikan praktik-praktik terbaik di lingkungan pelayanan kesehatan. Artikel ilmiah dapat menjadi wadah refleksi profesional sekaligus alat berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi rekan-rekan tenaga kesehatan," katanya.
Pelatihan dihadiri oleh lima dosen UMP sebagai pembicara, yaitu Ns. Sri Suparti, S.Kep., M.Kep. selaku ketua tim, Dr. Wildan Nurul Fajar, M.Pd., Ns. Meida Laely Ramadani, S.Kep., MNS, Ns. Ninuk Angelia, S.Kep., M.Kep., serta dr. Arum Astika Sari, MMR.
Kolaborasi antar disiplin ilmu menggabungkan pandangan dari bidang keperawatan, pendidikan, penelitian, serta pengembangan karya ilmiah.
Materi yang disampaikan mencakup penyusunan proposal penelitian, cara menentukan dan menyempurnakan topik penelitian, penyusunan struktur artikel ilmiah yang terstruktur, penggunaan sumber rujukan ilmiah dengan benar, hingga strategi dalam menyusun naskah yang siap dipublikasikan di jurnal ilmiah.
Pelaksanaan yang dilakukan dalam dua sesi memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengaplikasikan materi yang telah dipelajari serta membahas berbagai tantangan yang muncul selama proses penulisan.
Selain meningkatkan kemampuan akademis, pelatihan ini juga mendorong berkembangnya budaya penelitian dalam lingkungan rumah sakit.
Perawat diharapkan tidak hanya bertindak sebagai pelaksana layanan kesehatan, tetapi juga sebagai peneliti yang mampu menciptakan ide dan inovasi yang berlandaskan masalah nyata yang ada di lapangan.
Kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya di bidang pelayanan masyarakat dan perkembangan organisasi.
Dengan kerja sama antara universitas dan rumah sakit, UMP berupaya menyediakan bimbingan yang secara langsung berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Kolaborasi antara UMP dan RSI Purwokerto diharapkan terus berkembang melalui berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penelitian bersama, serta publikasi ilmiah yang mampu memberikan kontribusi dalam perkembangan ilmu keperawatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Semakin bertambahnya tenaga kesehatan yang aktif dalam melakukan penelitian dan publikasi, diharapkan mampu menghasilkan inovasi-inovasi dalam pelayanan yang terus muncul dan menjadi acuan dalam perkembangan praktik keperawatan di Indonesia. (*/sri/tgr)