
bengkalispos.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengajak anggota legislatif muda untuk memainkan peran yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas demokrasi.Indonesia.
Undangan tersebut diungkapkan oleh Ketua MPR dari Fraksi PAN dalam dialog yang diadakan The Habibie Center dengan tema 'Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Parlemen Muda untuk Demokrasi yang Berkelanjutan'.
Acara ini diikuti oleh anggota legislatif muda DPR dari berbagai fraksi di parlemen serta dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pembina Habibie Center, Ilham Habibie.
Menurut Eddy, generasi muda di parlemen memiliki peran penting dalam menciptakan standar baru terkait kualitas undang-undang, pengawasan, perwakilan, serta memperjuangkan keinginan rakyat."Anggota legislatif muda perlu menjadi bagian dari usaha untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Kita memiliki kesempatan untuk menciptakan budaya parlemen yang transparan, berbasis data, peka terhadap keinginan rakyat, serta fokus pada penyelesaian masalah," ujar Eddy dalam pernyataannya, Kamis (20/8).
Menurut Eddy, demokrasi Indonesia telah memiliki dasar prosedural yang kokoh melalui pemilihan umum yang dilaksanakan secara berkala dan perpindahan kekuasaan yang diatur dalam konstitusi.
Tantangan selanjutnya ialah memastikan bahwa demokrasi menghasilkan kebijakan dan kinerja lembaga yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
"Demokrasi kita seharusnya tidak terpaku pada prosedur semata. Sudah saatnya kita melihat pentingnya demokrasi yang berkualitas. Setelah masyarakat memberikan wewenang, tugas kita adalah membuktikan bahwa wewenang tersebut menghasilkan kebijakan yang lebih baik dan kesejahteraan yang lebih baik bagi rakyat," tegasnya.Eddy juga mengajak para anggota legislatif muda untuk bersama-sama memperjuangkan perubahan dari demokrasi yang bersifat prosedural menuju demokrasi yang lebih mendalam.
"Demokrasi prosedural menjawab siapa yang memilih dan siapa yang dipilih. Demokrasi substansial membahas apa yang dihasilkan setelah mandat tersebut diberikan. Di sinilah kualitas demokrasi kita benar-benar akan diuji," katanya.
Menurut Eddy, demokrasi yang sebenarnya terlihat dari kualitas kebijakan publik, perlindungan hak rakyat, kesetaraan peluang, serta kemampuan negara dalam menghadapi tantangan baru.Masalah perubahan iklim, peralihan energi, digitalisasi, kecerdasan buatan, lapangan kerja, serta ketidaksetaraan ekonomi memerlukan strategi yang memiliki pandangan jangka panjang.
Ia menganggap anggota legislatif muda memiliki keunggulan dalam menyampaikan pandangan yang lebih segar ke dalam parlemen.
Oleh karena itu, kemampuan mereka harus terus ditingkatkan agar mampu memahami kerumitan isu-isu publik dan mengubahnya menjadi kebijakan yang efisien.
"Partai bisa berbeda dan pilihan politik bisa berbeda. Kita tetap memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga demokrasi serta memastikan parlemen bekerja demi kepentingan rakyat," katanya.
Eddy menegaskan bahwa untuk membuat demokrasi Indonesia semakin tangguh, dimulai dari lembaga parlemen.
"Ayo kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa anggota legislatif muda mampu menyajikan kualitas undang-undang yang lebih baik, kinerja parlemen yang lebih tangguh, serta demokrasi yang semakin mendalam," tambah Eddy.(mrk/jpnn)