
bengkalispos.comRencana Dedi Mulyadi meminta akses pendidikan di Jabar (Jawa Barat) tanpa memperhatikan usia menjadi topik pembicaraan. Setelah diteliti lebih lanjut, hal ini diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ya, rencana Dedi Mulyadi yang meminta akses pendidikan di Jawa Barat tanpa memandang usia disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jabar dalam rangka Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Barat di Pesanggrahan Pancarasa Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Pada kesempatan tersebut, Dedi menyatakan bahwa penduduk dengan usia apa pun yang sebelumnya tidak pernah bersekolah ternyata termasuk dalam rata-rata yang digunakan sebagai dasar penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Juga termasuk rata-rata lama masa sekolah yang diikuti.
"Tetapi, seluruh penduduk Jawa Barat yang berusia 80 tahun, 70 tahun, 50 tahun, 40 tahun, yang sebelumnya tidak pernah sekolah dihitung sebagai bagian dari rata-rata lamanya pendidikan," kata Dedi Mulyadi dilaporkan oleh bengkalispos.comdari Kompas.com, Kamis (27/8/2026).
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi menginginkan akses pendidikan di Jawa Barat dapat diakses oleh berbagai kelompok usia. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara lebih cepat.
Sehingga jika kita ingin meningkatkan ini dengan cepat melompat, tidak hanya memikirkan hari ini anak-anak kita untuk sekolah SD, SMP, dan SMA,
Selain perguruan tinggi, kita juga perlu meningkatkan usia lanjut agar memiliki kualifikasi pendidikan jika ingin meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," tambah Dedi Mulyadi.
Tidak berhenti sampai di situ, pria yang akrab dipanggil KDM tersebut mendorong adanya pendidikan kesetaraan. Yaitu seperti adanya ijazah A, B, C, dan D agar dapat diikuti oleh lebih banyak warga.
"Maka strateginya adalah bagaimana pendidikan Paket A, B, C, D ini perlu dikembangkan, seluruh masyarakat harus mengikuti program tersebut. Tentu saja memerlukan biaya yang sangat besar, tetapi harus kita lakukan. Itu yang pertama," ujar Dedi.
Selanjutnya, Dedi menyampaikan, posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir pernah mengalami kenaikan maupun penurunan.
Saya menjelaskan bahwa sejak tahun 2020 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat mengalami penurunan dari peringkat ke-10 menjadi peringkat ke-16. Selanjutnya, peringkatnya turun lagi menjadi ke-18.
Kemudian kembali ke peringkat 16, kemudian turun lagi mulai tahun 2024 ketika Pak Bey menjabat sebagai Pj ke peringkat 15. Selanjutnya pada tahun 2025 ini kita berada di peringkat 15, namun peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada tahun 2025 ini tertinggi secara nasional," kata gubernur tersebut.
Akibatnya, isu terkait IPM perlu segera ditangani khususnya di wilayah yang masih tertinggal di Jawa Barat. Menurut Dedi, inti utama peningkatan IPM adalah melalui pemerataan layanan dasar di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
"Bagaimana cara meningkatkan IPM? Meningkatkan IPM merupakan layanan dasar pemerintah yang harus terus diperbaiki," ujar Dedi dikutip dari Jabar.id.
Terakhir, rencana Dedi Mulyadi menginginkan akses pendidikan di Jawa Barat tanpa memandang usia, ia menyarankan pemerintah daerah untuk bersikap lebih rendah hati. Termasuk dalam hal tekanan anggaran.
Karena yang paling utama, harapan untuk mampu merealisasikan seluruh tujuan, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tetap ada dan terus berupaya diwujudkan. (*)