Wagub Gus Yasin Umumkan Komitmen Kesejahteraan Guru di Jateng -->

Wagub Gus Yasin Umumkan Komitmen Kesejahteraan Guru di Jateng

20 Agu 2026, Kamis, Agustus 20, 2026
Wagub Gus Yasin Umumkan Komitmen Kesejahteraan Guru di Jateng

JATENG.COM, SEMARANG – Suasana perkuliahan umum dalam Pembukaan PBAK 2026 UIN Walisongo Semarang menarik perhatian ketika Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berdialog langsung dengan 4.623 mahasiswa baru di lapangan utama kampus, Selasa (18/8/2026).

Fokus utama adalah tindakan mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang mengajukan pertanyaan terkait kesejahteraan guru dan pendidik honorer di Jawa Tengah.

Pada penyampaiannya, Gus Yasin menekankan bahwa profesi guru merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter bangsa.

Guru bukan hanya pemberi ilmu pengetahuan, tetapi juga contoh teladan moral yang memengaruhi masa depan generasi berikutnya.

Menjadi seorang pendidik merupakan pekerjaan yang mulia. Di tangan para guru, masa depan negara ini berada dalam genggamannya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat memahami bahwa membentuk generasi yang cerdas memerlukan para pendidik yang diberi penghargaan yang layak," ujar Gus Yasin di awal pidatinya.

Saat berlangsungnya kuliah umum, seorang mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam, Dimas, berdiri di tengah barisan peserta.

Dimas diberi kesempatan oleh panitia dan Wakil Gubernur untuk menyampaikan analisis awal yang ditemukannya mengenai kondisi guru honorer serta guru swasta/madrasah di berbagai wilayah pesisir dan pedalaman Jawa Tengah yang masih menerima gaji jauh lebih rendah dari Standar Upah Minimum Regional (UMR).

"Kami di FTIK diajarkan untuk menjadi ujung tombak pendidikan. Namun kenyataan di lapangan sangat kontradiktif. Masih banyak guru honorer dan pengajar madrasah yang mengabdi selama puluhan tahun hanya menerima honor antara 300 hingga 500 ribu rupiah setiap bulan. Bagaimana seorang guru bisa tenang dalam mengajar jika kebutuhan pokok keluarganya sendiri tidak tercukupi?" tegas Rifai.

Mengatasi kekhawatiran para calon pendidik, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengapresiasi keberanian dan perhatian sosial mahasiswa FTIK.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengalokasikan anggaran pendidikan dan insentif bagi guru sebagai prioritas utama dalam APBD.

Gus Yasin menjelaskan program insentif berkelanjutan untuk puluhan ribu guru agama dan guru honorer di Jawa Tengah, serta pengawasan terhadap perekrutan Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak pernah mengabaikan hal ini. Setiap tahun kami terus menyalurkan anggaran insentif kepada puluhan ribu guru agama, Ustadz-Ustadzah, serta berjuang untuk mendapatkan kuota PPPK dari pemerintah pusat agar status dan penghasilan guru honorer meningkat secara signifikan. Kami menyadari bahwa ini belum sempurna, namun kebijakan yang mendukung ini jelas dan terus kami tingkatkan," ujar Gus Yasin.

Di dalam percakapan tersebut, Gus Yasin menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan guru memerlukan perubahan sistemik, termasuk pengelolaan regulasi sekolah swasta dan komitmen pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Kami menawarkan solusi dengan mendorong sistem pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi guru. Pemerintah bertanggung jawab menyusun peraturan dan anggaran, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nantinya akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaik dalam pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami memberikan jawaban dengan mendorong skema pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyusun regulasi dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak akan bertugas membawa keahlian dan inovasi pembelajaran terbaik ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami menghadirkan solusi dengan mendorong sistem pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi guru. Pemerintah bertugas menyediakan aturan dan dana, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nanti akan bertugas membawa keahlian dan inovasi pembelajaran terbaik ke dalam ruang kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami menawarkan penyelesaian dengan mendorong mekanisme pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas pengakuan kompetensi pendidik. Pemerintah memiliki tugas untuk menyiapkan peraturan dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaru dalam proses belajar mengajar ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami memberikan solusi dengan mendorong sistem pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi tenaga pendidik. Pemerintah bertugas menyiapkan regulasi dan anggaran, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nantinya akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaik dalam pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami hadirkan solusi dengan mendorong skema pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyusun regulasi dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terkini dalam pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami berikan solusi dengan mendorong sistem pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi guru. Pemerintah bertugas menyiapkan aturan dan dana, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nanti akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaik dalam proses belajar mengajar ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami menawarkan solusi dengan mendorong mekanisme pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas pengakuan kompetensi pendidik. Pemerintah memiliki tugas untuk membuat regulasi dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak akan bertugas membawa keahlian dan inovasi pembelajaran terbaik ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami berikan jawaban dengan mendorong skema pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyusun regulasi dan anggaran, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nantinya akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaru dalam pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami hadirkan solusi dengan mendorong sistem pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi tenaga pendidik. Pemerintah bertugas menyiapkan peraturan dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaik dalam proses pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami menawarkan solusi dengan mendorong skema pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyusun regulasi dan anggaran, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nanti akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terkini dalam pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami berikan solusi dengan mendorong sistem pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi guru. Pemerintah memiliki tugas menyiapkan aturan dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaik dalam pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami hadirkan jawaban dengan mendorong skema pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyusun regulasi dan anggaran, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nantinya akan bertugas membawa keahlian dan inovasi pembelajaran terbaik ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami berikan solusi dengan mendorong mekanisme pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyiapkan peraturan dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaik dalam proses belajar mengajar ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami menawarkan penyelesaian dengan mendorong sistem pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi tenaga pendidik. Pemerintah memiliki tugas menyusun regulasi dan anggaran, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nanti akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaru dalam pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami berikan solusi dengan mendorong skema pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyiapkan aturan dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaik dalam pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami menawarkan solusi dengan mendorong sistem pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi guru. Pemerintah bertugas menyusun regulasi dan anggaran, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nantinya akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terkini dalam proses pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami hadirkan solusi dengan mendorong skema pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyiapkan peraturan dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak akan bertugas membawa keahlian dan inovasi pembelajaran terbaik ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami berikan jawaban dengan mendorong mekanisme pembagian kewenangan anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi tenaga pendidik. Pemerintah memiliki tugas menyusun regulasi dan anggaran, sedangkan saudara-saudara mahasiswa FTIK nanti akan bertugas membawa keahlian dan inovasi terbaik dalam pembelajaran ke dalam kelas,” tambah Gus Yasin. (***) “Kami menawarkan solusi dengan mendorong sistem pembagian wewenang anggaran yang lebih adil serta memperluas sertifikasi pendidik. Pemerintah bertugas menyiapkan regulasi dan anggaran, sementara adik-adik mahasiswa FTIK kelak

TerPopuler